Anggota Komisi VII DPR RI ‘Bisiki’ Pemerintah Pasca Serangan Iran ke Israel

Selasa, 16 April 2024 | 11:31:55 WIB
Anggota DPR Komisi VII, Mulyanto. (Dok: @pakmul63)

Listrik Indonesia | Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mulyanto mendorong pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak mentah dunia menyusul serangan Iran terhadap Israel. Dia menyatakan bahwa pada akhirnya, konflik Iran-Israel akan berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia.

Situasi ini diperparah dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang telah melampaui Rp16.000 per dolar. 

"Mengamati pergerakan harga minyak dunia yang terus menanjak tajam sejak awal tahun 2024, apalagi pasca konflik Iran-Israel, Pemerintah perlu segera memikirkan langkah-langkah antisipatif," kata Mulyanto dalam pernyataannya pada Senin (15/4/2024).

Dia melanjutkan bahwa situasi tersebut mirip dengan "triple shock" karena terjadi di tengah peningkatan kebutuhan minyak dalam negeri selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, kenaikan dolar AS terhadap rupiah telah mencapai Rp16.000 per dolar.

Ia menambahkan bahwa  sebagai negara net importer migas, kenaikan harga minyak dunia akan berdampak negatif pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dampak ini menjadi lebih buruk ketika kenaikan tersebut bertepatan dengan peningkatan permintaan domestik dan lonjakan kurs dolar terhadap rupiah.

"Beda saat dulu ketika zaman jaya Indonesia sebagai negara pengekspor migas, dimana kenaikan harga migas dunia adalah berkah buat APBN kita," tambahnya.

Berdasarkan laporan Reuters pada Minggu (14/4/2024), harga minyak mentah Brent berjangka naik sebesar US$ 71 sen menjadi US$ 90,45 per barel dan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 64 sen menjadi US$ 85,66 per barel. 

Meskipun terjadi kenaikan harian, harga Brent turun 0,8% dan WTI turun lebih dari 1% dalam satu minggu.

Tags

Terkini