Petakan Tantangan EBT RI, DEN Gandeng ITB dan TU Delft Belanda

Selasa, 23 April 2024 | 15:22:14 WIB
Dewan Energi Nasional (DEN) menjalin kerja sama dengan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK-ITB) serta TU Delft Belanda. (Dok: @dewanenergi)

Listrik Indonesia | Dewan Energi Nasional (DEN) menjalin kerja sama dengan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK-ITB) serta TU Delft Belanda dalam kunjungan kerja yang dilakukan di ruang rapat Kantor DEN pada Senin (22/04/2024).

Kunjungan ini bertujuan untuk membahas riset mengenai potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Anggota DEN, Yusra Khan menjelaskan tentang tugas dan fungsi Dewan Energi Nasional serta memperkenalkan Anggota DEN yang berasal dari Unsur Pemerintah dan Unsur Pemangku Kepentingan baik hadir luring maupun daring.

Dalam paparannya, TU Delft menyoroti tantangan pengembangan EBT di Indonesia, terutama di pulau Jawa yang sudah sangat padat. 

Kornelis Blok, yang mewakili TU Delft, menyebut bahwa pengembangan EBT bisa dialihkan ke offshore seperti sel surya maupun angin untuk mengatasi minimnya lahan.

“Dengan minimnya lahan, maka pengembangan EBT bisa dialihkan ke offshore seperti sel surya maupun angin yang juga ditempatkan di offshore” ungkapnya.

Blok juga menyoroti ketergantungan Pulau Bali pada pasokan listrik dari Pulau Jawa, yang dapat menjadi masalah saat terjadi bencana seperti gempa bumi. Untuk itu, Blok mendorong Bali untuk mandiri dalam hal energi melalui penggunaan EBT.

“Ini bisa menjadi masalah apabila nanti terjadi bencana seperti gempa bumi yang bisa jadi mengganggu pasokan listrik dari pulau Jawa. Sehingga kami mendorong Bali untuk bisa mandiri energi melalui energi baru terbarukan,” tambahnya.

Selain itu, Blok mengungkapkan bahwa sebanyak 38.000 hektar lahan di Bali mengalami degradasi, yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi biomassa melalui tanaman energi seperti gamal, trembesi, jati putih, dan jabon.

“Lahan ini bisa dimanfaatkan untuk memproduksi biomassa melalui tanaman energi seperti gamal yang merupakan tanaman lokal dari Nusa Penida, kemudian trembesi, jati putih dan jabon yang dapat membantu menjaga keberagaman dan kelestarian hutan energi,”ujarnya.

As Natio, Anggota DEN, menegaskan bahwa hasil riset tersebut dapat membantu DEN dan Pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait perencanaan energi di Indonesia.

Hadir Anggota DEN dalam agenda tersebut, yaitu As Natio Lasman, Yusra Khan, Agus Pramono, dan Dina Nurul Fitria, serta dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto. 

Tags

Terkini