Pemerintah Gelontorkan Rp 7,3 Triliun 'Pancing' Pertumbuhan Motor Listrik

Jumat, 24 Mei 2024 | 11:31:03 WIB
Motor listrik. (Dok: @eddy.wu.04)

Listrik Indonesia | Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana sekitar Rp 7,3 triliun untuk subsidi penjualan sepeda motor listrik. Hal ini diungkapkan dalam acara IEA's 9th Global Conference On Energy Efficiency (GCEE) di Nairobi, Kenya, pada Kamis (23/05/2024).

"Subsidi tersebut mencakup penjualan 800 ribu sepeda motor listrik baru dan konversi 200 ribu sepeda motor bermesin pembakaran," ungkapnya. 

Ia menjelaskan bahwa terdapat kesenjangan harga antara kendaraan listrik dan konvensional, sehingga pemerintah memberikan insentif pajak dan subsidi untuk menutupi disparitas tersebut.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2030, sebanyak 2 juta mobil listrik dan 13 juta kendaraan roda dua listrik akan beroperasi di jalan raya Indonesia. Untuk mewujudkan target ini, Kementerian ESDM terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU).

Berdasarkan perkiraan, dibutuhkan 32 ribu SPKLU pada tahun 2030 untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Selain itu, ketersediaan pengisi daya di rumah juga penting untuk menciptakan infrastruktur pengisian daya yang komprehensif. 

PT PLN pun menawarkan insentif berupa harga khusus peningkatan sistem kelistrikan dan potongan tarif pengisian daya semalaman untuk mendukung pengisian daya di rumah.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa pemerintah mengakui kontribusi signifikan angkutan jalan raya terhadap emisi CO2. Oleh karena itu, standar penghematan bahan bakar untuk kendaraan berat sedang dikembangkan sebagai langkah untuk menurunkan emisi dalam jangka pendek dan menengah.

"Untuk lebih mengurangi emisi transportasi, tahun ini pemerintah telah mengalokasikan 11,8 juta ton biodiesel seiring dengan peluncuran campuran 35 persen minyak sawit untuk biodiesel atau dikenal sebagai B35," jelasnya.

"Program ini dapat mengurangi emisi GRK (Gas Rumah Kaca) sekitar 34,9 juta ton CO2. Pemerintah Indonesia sangat yakin bahwa kombinasi regulasi, informasi, dan insentif dapat mendorong efisiensi energi dan langkah-langkah mitigasi di sektor transportasi," pungkasnya.

Tags

Terkini