Lima Fakta dan Mitos Kendaraan Listrik, Apa Saja?

Minggu, 21 Juli 2024 | 08:00:00 WIB
Mobil listrik SU7 Xiaomi. (Dok: Istimewa)

Listrik Indonesia | Kendaraan listrik (electric vehicles/EV) semakin populer seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya lingkungan dan keberlanjutan. Namun, masih banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai kendaraan ini. Berikut adalah lima fakta dan mitos mengenai kendaraan listrik:

1. Mitos: Kendaraan Listrik Tidak Memiliki Performa yang Baik

Fakta: Kendaraan listrik sebenarnya memiliki performa yang sangat baik. Mereka memiliki torsi yang tinggi yang tersedia sejak awal, memungkinkan akselerasi yang cepat. Beberapa kendaraan listrik bahkan mampu bersaing dengan mobil sport konvensional dalam hal akselerasi.

2. Mitos: Kendaraan Listrik Memiliki Jangkauan yang Sangat Terbatas

Fakta: Jangkauan kendaraan listrik terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi baterai. Beberapa model terbaru dapat menempuh jarak lebih dari 400 km dengan sekali pengisian daya, yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari kebanyakan orang.

3. Mitos: Mengisi Daya Kendaraan Listrik Membutuhkan Waktu yang Sangat Lama

Fakta: Dengan kemajuan teknologi pengisian cepat, beberapa kendaraan listrik dapat diisi hingga 80% dalam waktu sekitar 30 menit di stasiun pengisian cepat. Pengisian di rumah semalaman juga cukup untuk kebutuhan harian rata-rata.

4. Mitos: Kendaraan Listrik Lebih Mahal Daripada Kendaraan Bensin

Fakta: Meskipun harga awal kendaraan listrik bisa lebih tinggi, biaya operasionalnya lebih rendah. Ini termasuk biaya listrik yang lebih murah dibandingkan bensin, perawatan yang lebih sedikit karena lebih sedikit komponen bergerak, serta insentif pajak dan subsidi dari pemerintah di banyak negara.

5. Mitos: Kendaraan Listrik Tidak Ramah Lingkungan Karena Baterainya

Fakta: Kendaraan listrik memang menggunakan baterai yang memerlukan bahan seperti litium, tetapi keseluruhan dampak lingkungannya masih jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan bensin. Emisi gas rumah kaca dari kendaraan listrik selama masa pakainya lebih rendah, terutama jika listriknya berasal dari sumber energi terbarukan.

Tags

Terkini