Proyek CCS/CCUS: ‘Seksi’ tapi Mahal

Selasa, 06 Agustus 2024 | 17:44:54 WIB
CCS or CCUS. (Dok: @projectplanetaus)

Listrik Indonesia | Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) dengan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi jejak karbon Indonesia yang merupakan salah satu penghasil emisi terbesar di dunia.

CCS dan CCUS direncanakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor industri dan energi, serta mendukung transisi menuju energi bersih. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional Indonesia untuk memenuhi komitmen dalam Perjanjian Paris dan mengatasi dampak perubahan iklim.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyampaikan bahwa biaya tinggi merupakan tantangan utama dalam implementasi proyek CCS/CCUS. Hal tersebut ia ungkapkan di Kantor Ditjen Migas, Jakarta, dikutip pada Selasa (06/08/2024).

"Rencana implementasi CCS/CCUS sekarang masih mahal, tapi memang harus kita coba. sesuatu kalau baru dicoba kan memang mahal," ujarnya.

Indonesia saat ini memiliki 15 proyek CCS/CCUS yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia dan sebagian besar masih dalam tahap studi atau persiapan. Proyek-proyek ini mencakup Tangguh EGR/CCUS, Abadi CCS, Sukowati CCUS/EOR, Gundih CCUS/EGR, Pilot Test CO2 Huff and Puff Jatibarang, Ramba CCUS/EOR, CO2 Huff and Puff Gemah, Sakakemang CCS, Arun CCS, Central Sumatera Basin CCS/CCUS Hubs, Kutai Basin CCS Hub, Asri Basin CCS/CCUS Hubs, CCU to Methanol RU V Balikpapan, East Kalimantan CCS/CCUS Study, dan Blue Ammonia + CCS Donggi Matindok.

Biaya untuk menginjeksikan CO2 pada proyek penyimpanan bervariasi. Contohnya:

  • Pemurnian Gas Alam di Gundih, Jawa Timur memerlukan biaya USD43-53 per ton CO2 dengan investasi total USD105 juta untuk 0,3 juta ton CO2 per tahun.
  • Produksi LNG di Bintuni, Papua Barat membutuhkan biaya USD33 per ton CO2, dengan total 2,5-3,3 juta ton CO2 per tahun dan investasi injeksi sebesar USD948 juta.
  • Produksi LNG di Masela, NTT memerlukan biaya USD26 per ton CO2, dengan total 3,5 juta ton CO2 per tahun dan investasi injeksi sebesar USD1,4 miliar.
  • Gasifikasi batubara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan memerlukan biaya USD50-55 per ton CO2, dengan total 3 juta ton CO2 per tahun dan investasi injeksi mencapai USD1,6 miliar.

Tags

Terkini