Dukung Pengurangan Emisi PT Vale Keluarkan Jurus Inovasi

Sabtu, 21 September 2024 | 10:00:49 WIB
PT Vale berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam inovasi yang mendukung keberlanjutan operasi tambang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. (foto: Do PT Vale).

Listrik Indonesia | PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya-upaya positif dalam menyikapi perubahan iklim (climate change). SAlah satunya dengan ikut berpartisipasoi pada acara Indonesia Climate Change Expo & Forum (ICCEF) 2024 yang berlangsung di Balikpapan, 20-22 September 2024. ICCEF diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun menyelenggarakan Indonesia Climate Change Expo & Forum 2024 yang mengangkat tema Industrialisasi Berkelanjutan & Gaya Hidup Dalam Perubahan Iklim Untuk Lintas Generasi. Acara ini juga merupakan rangkaian untuk Road to COP29 yang akan diselenggarakan di BAKU, Azerbaijan.

PT Vale sendiri hadir berkontribusi dan menunjukan bahwa perusahaan pertambangan bisa ambil bagian dalam keberlangsungan alam untuk generasi ke depan. Perseroan membuktikan bahwa kegiatan pertambangan yang memikirkan kondisi alam harus dilakukan dengan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan juga masyarakat. Menurut Head of Strategic & Corporate Affairs PT Vale, Budiawansyah, kontribusi PT Vale pada kegiatan ini merupakan salah satu contoh bagaimana perusahaan melakukan upaya-upaya nyata untuk pelestarian lingkungan. Hal ini juga merupakan salah satu nilai dari PT  Vale untuk mewujudkan tujuan pada dunia pertambangan sebagai perusahaan yang peduli akan keberlangsungan menjaga bumi. “Ini adalah sebuah sinergitas bagaimana upaya kita menjaga kualitas dan value kita untuk lingkungan,” katanya.

Budiawansyah menyampaikan fokus perseroan  pada deklarasi bagaimana upaya PT Vale menuju Net Zero Emissions pada tahun 2050 yang merupakan target lebih awal dari program pemerintah. “Kita akan saling sharing untuk bagaimana mengurangi karbon CO2 dan emisi  juga inisiatif-inisiatif lain dengan teknologi dan inovasi,” ujarnya. Melalui partisipasi di ICCEF 2024, PT Vale kian memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung target nasional dan global dalam pengurangan emisi. Forum ini juga menjadi ajang bagi perusahaan untuk mempromosikan inisiatif rendah karbon dan teknologi ramah lingkungan,sejalan dengan strategi jangka panjang ketahanan iklim hingga 2050. “Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam inovasi yang mendukung keberlanjutan operasi tambang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat. Bersama-sama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tambah Budiawansyah.

Andilnya PT Vale dalam gelaran ICCEF mendapat respon positif dari  Ketua Harian I Tim Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Ruandha Agung Sugardiman.Ruandha menuturkan, PT Vale merupakan perusahaan yang luar biasa yang sangat berfokus untuk tidak hanya mengambil hasil tambang namun juga berupaya untuk mengembalikan kondisi alam. “Salah satu upaya yang dilakukan PT Vale dengan membuat persemaian yang di dalamnya melakukan pembibitan pohon, termasuk pohon endemik,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, Ruandha  mengungkapkan, upaya dari PT Vale sudah sangat berhasil,dibuktikan dengan hadirnya persemaian yang dilakukan sudah terlihat nyata untuk melestarikan lingkungan untuk masa depan nanti. “Sukses PT Vale, semoga dapat terus melestarikan alam kita,”katanya.
Sementara itu, Kasubdit Evaluasi Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan Timur, Arianti mengaku  senang adanya edukasi komitmen terhadap lingkungan, karena memberikan informasi tambahan ke masyarakat agar bisa lebih memberi perhatian lebih kepada keberlangsungan lingkungan. “Dengan adanya PT Vale, saya percaya bahwa perusahaan ini dapat menjadi media untuk dapat berkontribusi untuk melestarikan lingkungan. Biar masyarakat itu tidak hanya melihat sisi negatif. Namun juga sisi positif dari aktivitas pertambangan itu sendiri” ungkapnya.

Dalam menghadapi krisis iklim global yang semakin mendesak, Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada 2030, dan hingga 41% dengan dukungan internasional. Namun, laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2023 mengungkapkan bahwa emisi GRK Indonesia masih berkisar 2,7 hingga 2,9 gigaton. Kondisi ini memerlukan tindakan kolektif dan inovasi dari semua sektor, termasuk industri pertambangan.

Tags

Terkini