Listrik Indonesia | Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan yang mencakup berbagai fasilitas energi, mulai dari pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga gardu induk, yang tersebar di 18 provinsi di Indonesia. Peresmian tersebut dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede di Sumedang, dikutip pada Senin (20/01/2025).
Salah satu proyek yang diresmikan adalah PLTA Asahan 3, PLTA ini dibangun untuk meningkatkan pasokan listrik di Sumatera Utara sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Dengan kapasitas yang cukup besar, PLTA Asahan 3 diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
Spesifikasi PLTA Asahan 3
1. Lokasi Strategis
PLTA Asahan 3 berlokasi di Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Letaknya yang dekat dengan Sungai Asahan dan Danau Toba menjadikannya sumber daya air yang ideal untuk pembangkit listrik tenaga air.
2. Kapasitas Besar
PLTA Asahan 3 memiliki total kapasitas terpasang sebesar 174 MW, yang terdiri dari dua unit turbin dengan kapasitas masing-masing 87 MW. Kapasitas ini menjadikannya salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Sumatera Utara.
3. Sumber Air dari Sungai Asahan
PLTA ini memanfaatkan aliran Sungai Asahan, yang berasal langsung dari Danau Toba. Sungai ini dikenal memiliki debit air yang stabil, sehingga cocok untuk pembangkitan listrik dengan sistem tenaga air.
4. Teknologi "Run-of-River"
PLTA Asahan 3 menggunakan sistem "run-of-river", artinya aliran air dari sungai tidak ditampung dalam bendungan besar, melainkan dialihkan langsung melalui terowongan sepanjang 7,8 km menuju rumah pembangkit (power house).
5. Jenis Turbin Modern
Untuk menghasilkan listrik, PLTA ini menggunakan dua unit turbin tipe Vertical-shaft Francis.
6. Kapasitas Produksi Energi
Dengan teknologi yang digunakan, PLTA Asahan 3 diproyeksikan mampu memproduksi listrik sebesar 1.219 GWh per tahun.
7. Dampak Positif pada Lingkungan
Sebagai bagian dari transisi energi hijau, PLTA Asahan 3 diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 688.610 ton CO? per tahun, sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.
8. Jaringan Transmisi yang Luas
Energi listrik yang dihasilkan akan disalurkan melalui jaringan transmisi 150 kV sepanjang 60 km menuju Gardu Induk Simangkuk. Hal ini berupaya agar aliran listrik dari PLTA Asahan 3 dapat menjangkau berbagai wilayah di Sumatera Utara dengan stabil.
9. Manfaat Tambahan untuk Masyarakat
Selain meningkatkan pasokan listrik, PLTA Asahan 3 juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, antara lain melistriki sekitar 113.769 rumah tangga dengan daya 1.300 VA, meningkatkan bauran energi terbarukan di Sumatera Bagian Utara sebesar 3,3%.
10. Proses Konstruksi dan Tenaga Kerja
- Pembangunan dimulai pada 28 Maret 2019 dan awalnya ditargetkan selesai pada tahun 2023.
- Menyerap sekitar 1.434 tenaga kerja lokal selama masa konstruksi, memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
11. Teknologi Canggih dalam Pembangunan
PLTA Asahan 3 menjadi proyek PLTA pertama di Indonesia yang menerapkan sistem Building Information Modelling (BIM). Teknologi ini membantu perencanaan dan eksekusi proyek secara lebih efisien, mengurangi kesalahan konstruksi, serta mempercepat proses pembangunan.
Dengan spesifikasi yang mumpuni dan teknologi modern yang diterapkan, PLTA Asahan 3 menjadi salah satu proyek pembangkit listrik tenaga air yang diharapkan dapat membawa dampak besar bagi ketahanan energi di Sumatera Utara.
Sebagai bagian dari proyek strategis nasional (PSN), PLTA ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih dan memperkuat bauran energi terbarukan di Indonesia.