Listrik Indonesia | PT Pertamina (Persero) serius mendukung transisi energi di Indonesia. Itu bukan hanya slogan. Keseriusan itu ditunjukan BUMN yang bergerak di bidang usaha energi ini dengan mendirikan anak usaha bernama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).
Sejumlah aksi nyata sudah dilakukan Pertamina NRE dalam mendorong pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Bahkan sejak berdiri pada 2016 hingga kini, Pertamina NRE tak henti mengali terus menggali potensi energi terbarukan di Indonesia untuk mewujudkan transisi energi yang seutuhnya.
Teranyar, Pertamina NRE baru saja mencatat sejarah dengan menjadi perusahaan pertama yang menggunakan AI (artificial intelligence) dan drone untuk menjaga keandalam PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) di wilayah Riau.
Peristiwa ini menjadi yang pertama di Indonesia dimana pengembang proyek PLTS menimplementasikan teknologi tersebut. Pekerjaan inspeksi sendiri sudah selesai pada Desember 2024 dan akan dilanjutkan secara berkala untuk menilai kondisi panel surya dan mengidentifikasi potensi kerusakan yang dapat berdampak pada efisiensi produksi listrik dari tenaga surya.
Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE, Norman Ginting, menyampaikan dengan kombinasi teknologi drone dan analisis AI, tim Pertamina NRE kini mampu mendeteksi secara dini berbagai anomali pada panel surya yang sulit teridentifikasi melalui metode konvensional.
“Pemanfaatan teknologi canggih berupa drone dan kecerdasan buatan untuk memastikan keandalan sistem PLTS merupakan bagian dari komitmen kami menyediakan kualitas layanan prima kepada konsumen," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/4).
Pertamina NRE berkolaborasi dengan Terra Drone Indonesia sehingga memungkinkan penggunaan drone berteknologi mutakhir yang dapat mengambil citra termal untuk mendeteksi titik panas atau anomali pada panel surya dengan tingkat akurasi tinggi.
Sebelumnya, kepada Listrik Indonesia, Norman Ginting mengatakan bahwa Pertamina sudah bertransformasi untuk bagaimana Petamina mendekarbonisasi bisnisnya secara bertahap.
“Makanya dibentuk PNRE dalam konteks itu. Shifting terjadi, low carbon yang betul-betul dekarbonisasi itu takes time. Perusahaan minyak juga kan tidak sudently (tiba-tiba) berubah begitu saja,” tegasnya.