Listrik Indonesia | PLTM Kanzy 3 merupakan pembangkit tenaga air berskala kecil yang memanfaatkan aliran Sungai Simpang Aur di Desa Taba Durian Sebakul, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Berbeda dari PLTA skala besar, minihidro seperti Kanzy 3 tidak memerlukan bendungan besar, sehingga dampak lingkungannya relatif kecil.
“Teknologi ini memberikan manfaat ganda: menyediakan listrik stabil di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus tetap menjaga keseimbangan ekosistem sungai,” ujar Billy Tjandra Komisaris PT Muara Enegi dalam keterangannya yang diterima Listrik Indonesia. Sabt, (7/6/2025).
Dengan kapasitas terpasang sebesar 5 megawatt (MW), pembangkit ini diperkirakan mampu memproduksi sekitar 30 juta kilowatt-jam (kWh) listrik per tahun cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 20.000 rumah tangga.
Proyek ini mulai dibangun pada tahun 2022 dan resmi beroperasi secara komersial sejak 16 Mei 2025 setelah melewati tahapan uji coba dan sertifikasi. Selain memperkuat sistem kelistrikan regional, pembangkit ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga ribuan ton CO2 setiap tahunnya.
Penandatanganan dilakukan oleh General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, dan Direktur Utama PT Kanz Sapta Energi, Hery Candra Halim. Turut hadir menyaksikan jajaran direksi dan komisaris PT Kanz Sapta Energi, termasuk Billy Tjandra dan Andik Setiawan, serta perwakilan resmi dari PLN UID S2JB.

Sinergi Pemerintah dan Swasta Dorong Ekonomi Lokal
Kerja sama antara PT Kanz Sapta Energi dan PLN tak hanya fokus pada suplai listrik. Dampak positif lainnya juga dirasakan masyarakat setempat, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga meningkatnya aktivitas ekonomi desa.
“Ini adalah contoh bagaimana sektor swasta dan BUMN bisa bersinergi untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ungkap Billy.
PT Kanz Sapta Energi sendiri tengah memperluas portofolionya ke berbagai sumber energi bersih lainnya, seperti pembangkit tenaga gas, panas bumi, serta PLTA skala besar di atas 10 MW. Diversifikasi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan karakteristik geografis Indonesia yang kaya akan potensi energi hijau.
Komitmen Muara Energi Mutakhir pada Energi Masa Depan
Sebagai induk usaha, PT Muara Energi Mutakhir berdiri pada tahun 2022 dengan visi menjadikan energi terbarukan sebagai solusi utama kebutuhan energi Indonesia di masa depan. Fokusnya adalah pada pengembangan pembangkit listrik ramah lingkungan yang efisien, andal, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan penuh terhadap kebijakan transisi energi nasional, MEM dan unit usahanya seperti PT Kanz Sapta Energi diharapkan dapat menjadi pionir dalam menciptakan sistem energi yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian alam Indonesia.