Listrik Indonesia | PT Medco Energi Internasional bersiap memulai eksplorasi proyek panas bumi (PLTP) di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Rencana ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Medco Energi, Hilmi Panigoro, usai peresmian PLTP Ijen Unit 1 di Bondowoso, Jawa Timur.
Eksplorasi akan dilakukan oleh anak usaha Medco, PT Medco Geothermal Sumatera (MGSu), dengan pengeboran sumur pertama dijadwalkan pada akhir Juli 2025. Langkah ini menjadi bagian awal untuk mengukur potensi energi panas bumi di wilayah yang berada di jalur vulkanik Bukit Barisan.
“Kalau jalur vulkanik seperti di sepanjang Bukit Barisan, umumnya potensinya besar. Tapi kita tetap harus bor dulu untuk mengetahui pasti berapa kapasitasnya,” ujar Hilmi.
Ia menjelaskan, potensi panas bumi di Bonjol diperkirakan bisa mencapai ratusan megawatt, bahkan mendekati seribu. Namun, data akurat baru bisa diketahui setelah pengeboran dilakukan.
Return Investasi yang Masih Rendah
Meski optimis dengan potensi sumber daya, Hilmi menggarisbawahi pentingnya dukungan dari sisi keekonomian proyek. Menurutnya, tingkat pengembalian investasi (return) dari proyek-proyek panas bumi saat ini masih terbilang rendah, di bawah 10 persen.
"Harapannya, return bisa mencapai 12 persen agar proyek geotermal lebih menarik bagi investor," jelasnya.
Menanggapi pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut harga listrik panas bumi sebesar USD 9,5 sen per kWh cukup kompetitif, Hilmi menyebut hal itu mungkin dicapai jika kondisi lapangan tidak terlalu rumit, baik dari sisi geologi maupun teknis.
“Kalau medannya sederhana, subsurface-nya juga tidak kompleks, angka itu bisa masuk,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan hasil pembicaraannya dengan Direktur Utama PLN, yang sepakat bahwa pengembangan proyek panas bumi ke depan harus menguntungkan semua pihak.
“PLN sebagai off-taker utama sangat mendukung skema win-win. Pemerintah dapat manfaatnya, dan investor pun mendapatkan return yang layak,” tutup Hilmi.