Penjualan Wuling Terus Tumbuh, Pasar EV Indonesia Diklaim Cerah

Selasa, 08 Juli 2025 | 11:50:04 WIB
Wuling Binguo EV. (Dok: @yoimayadesu)

Listrik Indonesia | Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja penjualan Wuling yang menunjukkan tren pertumbuhan dari tahun ke tahun. Menurutnya, meskipun Wuling saat ini berada di posisi empat besar dalam pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia, potensi perusahaan untuk berkembang masih terbuka lebar.

“Market share-nya jadi tantangan yang paling berat buat mereka. Namun kita lihat growth-nya yang bagus, pertahunnya makin bagus ya. Secara umum bukan hanya Wuling, produksi otomotif Indonesia memang ekspansinya makin tahun makin bagus di negara-negara ASEAN. Jadi sejauh ini pertumbuhan penjualannya layak untuk kita perjuangkan lagi dan dorong lagi,” ujar Chusnunia usai mengunjungi fasilitas produksi PT SGMW Motor Indonesia di Cikarang, Bekasi, Jumat (4/7/2025).

Ia juga menyoroti nilai investasi yang diserap oleh Wuling, yakni sekitar 100 juta dolar AS. Menurutnya, angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih dianggap menarik oleh investor asing untuk pengembangan sektor otomotif.

Dalam konteks pemantauan industri manufaktur kendaraan listrik, Chusnunia menyebut bahwa tren penjualan menjadi indikator penting, terlebih karena Wuling juga melakukan ekspor ke beberapa negara, termasuk Thailand dan Nepal.

“Yang juga kita monitor adalah bagaimana penerapan penggunaan komponen dalam negeri ya, dan Wuling memenuhi standar 40 persen dari komponen dalam negerinya dipenuhi, dan kita berharap itu terus dijaga,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi Wuling di Cikarang saat ini baru mencapai 20 hingga 30 persen dari total kuota yang tersedia. Oleh karena itu, ekspansi pasar dinilai masih perlu ditingkatkan agar pemanfaatan fasilitas produksi bisa lebih optimal.

Terkait dukungan pemerintah, Chusnunia menyatakan bahwa pemberian insentif bagi industri otomotif akan tetap berjalan selama persyaratan dan ketentuan yang berlaku dipenuhi. Ia menekankan pentingnya peningkatan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) pada tahun-tahun mendatang.

“Ya itu tadi kita masih dukung dia untuk dapat insentif dan butuh dukungan yang paling konkret. Walaupun itu juga kita ingatkan untuk artinya tidak berhenti di situ tapi TKDN dia nanti tahun depan udah lebih tinggi ya nggak bisa 40 persen lagi,” tutupnya.

Tags

Terkini