Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara resmi menyerahkan 18 proyek strategis di sektor sumber daya alam (SDA) kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk dipertimbangkan masuk dalam skema pendanaan. Proyek-proyek tersebut telah melalui tahap studi kelayakan dan dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan itu, Bahlil mengungkapkan bahwa total nilai investasi dari seluruh proyek tersebut mencapai USD38,63 miliar, atau setara dengan Rp618,3 triliun. Proyek-proyek ini mencakup sektor industrialisasi, transisi energi, ketahanan energi, hilirisasi pertanian, serta pengembangan kelautan dan perikanan.
Menurut Bahlil, keberhasilan implementasi proyek ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi salah satu sumber pemerataan pendapatan nasional. Ia optimistis proyek-proyek ini mampu menciptakan sekitar 300.000 lapangan pekerjaan baru yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
"Kalau ini mampu kita implementasikan, maka ini adalah salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Ini juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan daya saing kita," ujar Bahlil.
Bahlil berharap proses penilaian dan pendanaan oleh Danantara dapat segera rampung sehingga proyek-proyek tersebut dapat segera direalisasikan. Ia menegaskan, pelaksanaan proyek ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mempercepat transformasi industri nasional.