Listrik Indonesia | Sepeda listrik (e-bike) kini semakin populer, termasuk di kalangan anak-anak. Namun, penggunaan kendaraan ini tidak boleh dianggap remeh, terutama jika digunakan oleh anak-anak tanpa pengawasan orang dewasa. Terdapat sejumlah alasan yang menjelaskan mengapa anak kecil tidak disarankan mengendarai sepeda listrik sendirian, baik dari segi keselamatan, hukum, maupun kesiapan fisik dan mental.
1. Potensi Kecepatan yang Tinggi
Berbeda dengan sepeda biasa, sepeda listrik mampu melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan mencapai 50 km/jam tergantung tipe dan pengaturan. Kecepatan ini cukup berisiko jika dikendalikan oleh anak yang belum memiliki refleks cepat dan keterampilan kontrol kendaraan yang memadai.
2. Kesiapan Fisik dan Motorik Belum Maksimal
Anak-anak, khususnya yang masih berada di usia dini, belum sepenuhnya memiliki kemampuan motorik, kekuatan otot, dan keseimbangan tubuh untuk mengendalikan sepeda listrik dengan aman. Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan ketika anak mencoba bermanuver atau melakukan pengereman mendadak.
3. Minimnya Kesadaran Lalu Lintas
Mengendarai kendaraan di jalan raya atau area publik membutuhkan pemahaman akan aturan lalu lintas, rambu, serta kewaspadaan terhadap pengguna jalan lain. Anak-anak umumnya belum memiliki kemampuan kognitif yang cukup untuk memahami dan mematuhi aturan-aturan tersebut.
4. Tingginya Risiko Cedera
Beberapa studi menunjukkan bahwa e-bike meningkatkan risiko cedera serius bagi anak-anak, mulai dari luka ringan hingga cedera kepala dan patah tulang. Cedera semacam ini sering terjadi akibat kecepatan tinggi, kurangnya perlindungan, atau tabrakan dengan kendaraan lain.
5. Peraturan Hukum yang Berlaku
Di sejumlah wilayah, terdapat batasan usia minimal untuk mengendarai sepeda listrik. Di Indonesia, misalnya, penggunaan e-bike oleh anak-anak di bawah usia tertentu dapat melanggar aturan lalu lintas. Selain itu, penggunaan kendaraan ini di jalan umum tanpa lisensi atau pengawasan bisa berujung pada sanksi hukum.
6. Risiko Terkait Baterai dan Pengisian Daya
Sepeda listrik menggunakan baterai lithium-ion yang rentan terhadap panas berlebih atau korsleting jika tidak digunakan atau diisi dengan benar. Anak-anak mungkin belum paham tentang prosedur pengisian daya yang aman, sehingga risiko kebakaran atau ledakan bisa meningkat.
7. Penggunaan Perlengkapan Keselamatan yang Sering Diabaikan
Meskipun helm dan pelindung tubuh penting untuk keselamatan, anak-anak kerap mengabaikan penggunaannya. Tanpa perlindungan yang tepat, dampak kecelakaan akan jauh lebih parah.
8. Tekanan Sosial dan Perilaku Ceroboh
Anak-anak rentan terhadap pengaruh teman sebaya, yang bisa mendorong mereka melakukan aksi berbahaya seperti balapan atau berkendara di tempat yang tidak semestinya. Tanpa pengawasan, hal ini bisa menimbulkan risiko serius.
Mengingat berbagai risiko di atas, sangat penting bagi orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak mengendarai sepeda listrik tanpa pengawasan. Selain memastikan anak telah cukup umur dan memahami risiko, orang tua juga perlu mendampingi, memberikan edukasi keselamatan, serta mengevaluasi apakah anak benar-benar siap secara fisik dan mental.