Listrik Indonesia | Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menggelar audiensi dengan Kedutaan Besar Turkiye untuk Indonesia bersama delegasi bisnis Foreign Economic Relations Boards (DEIK), Kamis (12/12/2025). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di sektor energi terbarukan.
Audiensi tersebut membahas iklim investasi energi di Indonesia serta peluang kemitraan strategis antara Indonesia dan Turki. Delegasi DEIK yang terdiri dari perusahaan lintas sektor—mulai dari energi, konstruksi, teknologi, hingga industri pertahanan—menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki kolaborasi di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).
Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa Indonesia telah menyiapkan rencana pengembangan ketenagalistrikan untuk 10 tahun ke depan. Sekitar 70 persen dari rencana tersebut akan bersumber dari energi terbarukan, dengan porsi investasi swasta yang juga diproyeksikan mencapai 70 persen.
“Karena itu, kami sangat terbuka terhadap kerja sama dan investasi internasional, khususnya pada pengembangan energi surya sebagai yang terbesar, serta panas bumi dan tenaga air,” ujar Eniya.
Ia menegaskan, masuknya investasi asing di sektor EBT diharapkan dapat mempercepat transisi energi bersih nasional, mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar diesel, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik yang ramah lingkungan.
Dari pihak Turki, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia, Resat Ugur Karacan, menilai hubungan bilateral kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai bidang, termasuk ekonomi.
“Hubungan bilateral Turki–Indonesia berkembang pesat di setiap bidang dan hubungan kita di bidang ekonomi juga terus menguat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Dewan Bisnis Turkiye–Indonesia, Dogan Karadeniz, mengungkapkan bahwa energi terbarukan telah menjadi prioritas utama di Turki. Saat ini, sekitar 30 persen listrik nasional Turki berasal dari energi terbarukan, terutama tenaga surya dan angin, serta didukung pengembangan panas bumi.
“Dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia di sektor energi surya dan panas bumi, saya yakin peluang kerja sama yang terbuka sangat luar biasa,” ujar Dogan.
Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Turki membuka babak baru kolaborasi di sektor energi bersih yang diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi bilateral, tetapi juga berkontribusi pada upaya global menghadapi perubahan iklim.