Listrik Indonesia | Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi mengungkapkan bahwa kondisi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam keadaan aman serta tidak terdapat kebijakan kenaikan harga. Hal tersebut ia ungkapkan dalam konferensi pers usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, dikutip pada Selasa, (09/04/2026).
Dalam keterangannya, Bambang Haryadi menegaskan bahwa di tengah tekanan global yang mendorong sejumlah negara menaikkan harga BBM, Pemerintah Indonesia justru memilih untuk menahan kenaikan harga guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah bersikukuh tidak menaikkan harga BBM,” tegas Bambang Haryadi saat konferensi pers dihadapan Parlementaria dan awak media usai RDP Komisi XII DPR RI bersama Dirjen Migas Kementerian ESDM, Kepala SKK Migas, Kepala BPH Migas, serta Dirut PT Pertamina Patra Niaga yang digelar di Ruang Rapat Komisi XII, Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta.
Ia juga mengungkapkan bahwa tren harga minyak dunia saat ini justru menunjukkan penurunan. Dari sebelumnya berada di kisaran 114 dolar AS per barel, harga minyak turun menjadi sekitar 94 dolar AS per barel atau mengalami penurunan sekitar 17 persen. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, termasuk adanya sinyal gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
“Dari kemarin penutupan 114 hari ini jadi 94 dolar. Mudah-mudahan besok atas gencatan senjata yang sudah diumumkan tadi pagi mudah-mudahan akan terus turun. Jadi kita menghimbau kepada pihak-pihak yang ingin membuat suasana atau ketidaktenangan masyarakat ya bertobatlah gitu kan,” tandas Bambang Haryadi.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperkuat kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri. Ia menilai langkah tersebut penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Bambang mencontohkan adanya informasi yang tidak benar terkait kenaikan BBM yang sempat memicu panic buying di masyarakat.
“Siapa yang ngumumin? Perasaan gak ada kenaikan BBM tapi itu dibuatlah di sosial media. Mari kita ikut membantu Pemerintah menenangkan masyarakat,” imbaunya.
Sebagai penutup, Bambang Haryadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga stabilitas informasi dan tidak memperkeruh situasi dengan penyebaran kabar yang tidak akurat.
“Jadi mohon kepada teman-teman semua mari kita sampaikan karena sekarang itu sosial media sangat rentan sekali,” pesan Bambang Haryadi.