Listrik Indonesia | Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Badan Inovasi Riset Nasional dan Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE) menggelar kegiatan GHES Goes To Campus di Kampus IT PLN, Jakarta, pada Kamis, 9 April 2026.
Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026. Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman akademisi terhadap pengembangan ekosistem hidrogen serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam inovasi energi bersih.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pembangkit Kampus IT PLN ini menghadirkan forum diskusi akademisi, pemaparan teknologi hidrogen, serta sosialisasi Young Scientist Competition. Program ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan hidrogen sebagai solusi energi masa depan di tengah tantangan transisi energi.
Dalam sambutannya, Rektor IT PLN Prof. Iwa Garniwa mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi IT PLN sebagai bagian dari komitmen kampus dalam mendukung transisi energi.
“Bagi IT PLN, forum ini memiliki makna strategis sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi. Kampus menjadi wadah penting untuk mempersiapkan SDM di sektor energi bersih, khususnya hidrogen,” ungkapnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE, Harris, yang mewakili Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi, menyatakan apresiasinya terhadap penyelenggaraan GHES Goes to Campus sebagai langkah konkrit dalam mendukung pengembangan ekosistem hidrogen nasional menuju target Net Zero Emission 2060.
“Dengan potensi EBT mencapai 3.687 GW, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai swasembada energi, didukung roadmap hidrogen dan amonia yang telah diluncurkan pada 2025.”
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat membangun ekosistem hidrogen yang inklusif dengan melibatkan kalangan akademisi sejak dini, sekaligus menjaring talenta muda yang berpotensi berkontribusi dalam pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian ESDM, BRIN, serta Institut Teknologi PLN, dan menjadi bagian dari rangkaian menuju penyelenggaraan GHES 2026.
Tentang GHES 2026
Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 merupakan forum yang mempertemukan pemangku kepentingan sektor energi untuk mendorong pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia, mulai dari teknologi, kebijakan, hingga investasi.
GHES 2026 direncanakan berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Assembly Hall Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini akan dikemas dalam format konferensi dan pameran terintegrasi dengan luasan area sekitar 5.000 meter persegi.
Panitia menargetkan partisipasi hingga 10.000 pengunjung per hari serta sekitar 100 peserta pameran, yang berasal dari pelaku industri energi, pengembang teknologi, lembaga riset, hingga pemangku kepentingan kebijakan.
Konferensi GHES 2026 akan dibagi ke dalam sejumlah agenda tematik utama, antara lain:
- kesiapan regulasi dan infrastruktur,
- penguatan ekonomi hidrogen dan amonia rendah karbon,
- inovasi teknologi,
- serta pengembangan industri dan distribusi.
Seluruh rangkaian diskusi dirancang dengan pendekatan dialog yang konstruktif dan berorientasi pada implementasi, guna mendorong percepatan pengembangan industri EBT nasional.
Dengan desain tersebut, GHES 2026 diharapkan dapat menjadi forum kunci dalam memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekosistem energi bersih, sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional secara terukur dan berkelanjutan.
Kegiatan bertujuan untuk:
- Mensosialisasikan rencana penyelenggaraan Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026
- Menghimpun pandangan, masukan, dan rekomendasi strategis dari para pemangku kepentingan terkait pengembangan ekosistem hidrogen.
- Memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, lembaga riset, dan mitra internasional.
- Menyusun arah kebijakan dan agenda strategis pengembangan hidrogen nasional dan global.