Listrik Indonesia | Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu mengungkapkan bahwa pengembangan transisi energi di Indonesia dinilai belum merata dan masih cenderung terpusat di wilayah tertentu, sehingga kawasan Indonesia Timur berpotensi terpinggirkan. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Kunjungan Kerja Komisi VI di Purwakarta, Jawa Barat, dikutip pada Kamis, (16/04/2026).
Dalam keterangannya, Christiany menyampaikan dukungan terhadap pengembangan investasi Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya di wilayah Indonesia Timur. Ia menilai pengembangan EBT dapat menjadi solusi untuk memperkuat pasokan energi di kawasan tersebut.
“Kami sebagai anggota DPR RI tentunya ingin selalu mendukung apapun yang terbaik untuk investasinya ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara penyedia layanan energi dan PT PLN Nusantara Power guna mempercepat realisasi pengembangan EBT. Menurutnya, kerja sama yang kuat menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi program transisi energi.
“Karena kalau tidak ada kerja sama yang baik itu, ini tidak akan berhasil dan sukses,” tambahnya.
Christiany juga menyoroti rencana pembangunan pembangkit listrik periode 2025–2034 yang dinilai masih didominasi oleh wilayah Jawa. Ia menilai kondisi tersebut perlu dievaluasi agar percepatan transisi energi dapat berjalan lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Indonesia Timur masih menghadapi tantangan akses listrik, sehingga membutuhkan perhatian lebih dalam pengembangan energi, khususnya melalui pemanfaatan EBT.
“Kami dari wakil Sulawesi Utara, dan mungkin Indonesia Timur mengusulkan beberapa hal yang mungkin bisa diperhatikan. Saya ingin secepatnya mungkin digantikan dengan PLTS,” ungkapnya.
Sebagai contoh, Christiany menyoroti kondisi di Pulau Sitaro yang sempat mengalami gangguan listrik saat terjadi bencana, di mana pembangkit berbasis diesel tidak dapat beroperasi secara optimal.
“Jika ada bencana contohnya saat Pulau Sitaro terguncang gempa, itu tidak ada listrik sama sekali. Jadi, ada diesel, tapi rusak,” jelasnya.