NEWS PROFILE
Trending

Anggota DEN As Natio Lasman : Kemajuan Suatu Bangsa Tidak Lepas dari Pemanfaatan Teknologi

Anggota DEN As Natio Lasman : Kemajuan Suatu Bangsa Tidak Lepas dari Pemanfaatan Teknologi

Listrik Indonesia | Dr. Ir. As Natio Lasman Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) 2021-2025 telah lama malang melintang di dunia energi dan keteknologian. Menurutnya, industri energi tidak bisa lepas dari peran teknologi.

Natio mengawali karir bekerjanya pada tahun 1980 di BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) Yogyakarta. Selama 5 tahun di BATAN Yogyakarta, pada tahun 1985 melanjutkan  melanjutkan studi doktoral (S3) di Fakultas Teknik Mesin RWTH Aachen University dan lulus pada 1992 dengan predikat Magna Cumlaude.

 

Sekembalinya Natio ke Indonesia, ia dimutasi ke Reaktor Serba Guna di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan. Di sana ia menjabat sebagai sebagai Eselon II Kepala Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju, dari tahun 1999 – 2003. Lalu dipromosikan ke Eselon I menjabat sebagai Deputi Kepala Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir di BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) dan 2008 – 2014 menjadi Kepala BAPETEN.

 

Setelah tak menjabat sebagai struktural, dirinya menekuni jabatan fungsional di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2015 hingga 2020. Dan kini Natio menjabat sebagai Anggota Dewan Energi Nasional RI (DEN) pada 8 Januari 2021 sebagai pemangku kepentingan dari unsur teknologi.

 

Bagi Natio menjadi seorang regulator merupakan suatu tantangan, kata dia, regulator harus tahu betul setiap persoalan. Sehingga nantinya membuat kebijakan yang dapat mengatasi persoalan tersebut.

 

Lanjut Natio menuturkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak lepas dari pemanfaatan teknologi. Maka, pemanfaatan sumber daya alam menjadi lebih bermakna dan bersifat berkesinambungan bilamana teknologi turut berperan.

 

Selama 41 tahun dirinya berkarir dibidang teknologi energi baik nuklir mupun Non nuklir.Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi ke energi melalui artefak energi yang pernah dibuatnya yakni menghadirkan air bersih untuk penduduk di wilayah Gunungkidul, Yogakarta, di mana lokasi itu sulit untuk mendapatkan sumber mata air. Akhirnya Natio pun sukses mengombinasikan teknologi Panel Surya dengan Pompa Air.

 

“Inilah contoh bahwa pentingnya teknologi untuk kebutuhan umat manusia,” ujar Sang Teknokrat beberapa waktu lalu kepada Listrik Indonesia.
 

Menurutnya kemajuan negara ditopang oleh pemanfaatan teknologi pada negara tersebut. Banyak Negara negara lain tak seberuntung negeri kita yang kaya akan sumber daya alam. Dengan pemanfaatan teknologi, kemajuan di negara-negara tersebut sangat luar biasa.

 

"Karenanya, pemanfaatan teknologi perlu dijadikan pertimbangan mendasar untuk memajukan bangsa, tidak terkecuali dalam bidang energi, termasuk memprediksi arah pengembangan dan pemanfaatan teknologi ke depan,”tuturnya.

 

Ia menyampaikan, saat ini kemajuan teknologi dalam dunia energi sangat terasa dan dapat dikategorikan menjadi 3 hal, yaitu semakin ramah lingkungan, semakin efisien, dan safety factor-nya semakin baik. Hal ini mengakibatkan pemanfaatan energi listrik menjadi semakin diharapkan kehadirannya untuk memenuhi kebutuhan pada sektor rumah tangga, sosial, dan industri.

 

Mendorong Transisi Energi

 

Transisi energi pada hakekatnya adalah upaya untuk menuju pada pemanfaatan energi baru dan terbarukan guna memenuhi Bauran Energi Nasional, sekaligus untuk menuju net zero emission. Dalam kaitan ini DEN mendorong transisi energi melalui instrumen Pengawasan lintas sektor, agar transisi energi dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan target waktu yang ditetapkan. Misalnya saja komitmen PLN untuk mengurangi jumlah PLTU batubara pada berbagai tahapan perlu dicermati, demikian juga dengan pembangkit EBT yang akan menggantikannya.
 

“Transisi energi dimulai dari komitmen kita untuk memenuhi Bauran Energi Nasional. Peran energi baru dan terbarukan perlu mendapatkan perhatian. Bahwa pada awalnya masih belum kompetitif dibandingkan dengan energi fosil ini hanyalah masalah waktu, karena begitu industri EBT berkembang dengan baik maka nilai keekonomiannya tentu dapat bersaing dengan energi fosil, apalagi bilamana harga lingkungan sebagai dampak penggunaan energi turut diperhitungkan. Karenanya saat ini mulai banyak diperbincangkan terkait dengan carbon tax, sehingga tidak hanya energy listriknya saja yang dimanfaatkan namun juga dampak pada lingkungan perlu diperhitungkan,” tutur Natio.

NAtio pun menjelaskan inti dari Bauran Energi Nasional itu sendiri adalah meningkatkan peranan EBT dan komitmen untuk mencapai net zero carbon emission. Saat ini telah disiapkan GSEN (Grand Strategi Energi Nasional) sebagai salah satu bahan untuk digunakan me-review RUEN.

“Dengan demikian ke depan dapat diharapkan kita dapat menikmati energi yang ramah lingkungan, kompetitif, dan dapat dinimati oleh segenap masyarakat  di manapun mereka berada,”pungkasnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button