NEWS Association PROFILE
Trending

APPI, Berawal dari Kumpulan Produsen Panel Listrik

APPI, Berawal dari Kumpulan Produsen Panel Listrik
APPI menggelar pameran agar produk segenap anggota dikenal masyarakat [Foto: appi-electric.co.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Asosiasi yang dibentuk pada Mei 1976 ini beberapa kali bersalin nama. Lahir dengan nama Asosiasi Pembuatan Panel Listrik Indonesia. Akronim resminya APPLI.

APPLI lahir berkat prakarsa beberapa perusahaan pembuatan panel listrik. Anggota yang berhimpun di awal cuma 16 perusahaan.

Wajar bila sosok pebisnis panel listrik berdiri di depan dalam pembentukan asosiasi. Sistem kelistrikan dalam skala yang lebih luas menempatkan panel listrik sebagai produk penting. 

Dia berhubungan dengan hampir semua peralatan listrik. Terkecil, seperti kotak sekering hingga ke panel kontrol. Juga ada panel listrik untuk tegangan menengah yang strukturnya lebih kompleks. 

Panel listrik dapat ditemukan dimana-mana --sistem distribusi maupun motor listrik sebagai pelengkap generator, transformator, rectifier, dinamo listrik, dan lain-lain.

Karena itulah, perusahaan-perusahaan peralatan listrik umumnya bergabung dengan APPLI. Makin beragam produk perusahaan yang bergabung mendorong pengurus mengganti nama organisasinya. Menjadi Asosiasi Industri Listrik Indonesia. 

BACA JUGA: Munas Asosiasi Panasbumi Indonesia ke-X: Prijandaru Effendi Terpilih Kembali Menjadi Ketua

Atas saran pejabat Departemen Perindustrian dalam pertemuan pada Juni 1977, bukan cuma nama asosiasi yang dubah, namun pun anggaran dasar organisasi. Nama terakhir: Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia disingkat APPI.

Asosiasi tersebut menjadi lembaga resmi yang mewakili seluruh aspirasi para pemilik industri atau perusahaan peralatan listrik domestik. 

Sejak saat itu, bergelombang perusahaan-perusahaan listrik mendaftarkan diri menjadi anggota asosiasi. Sebut saja produsen UPS, generator, genset, generator las, motor listrik, trafo, KWH meter, MCB, lampu dinamo, komponen elektro, isolator, asesoris-kabel, perangkat keras tiang, dan sebagainya.

Kini, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan asing dan modal investasi dalam negeri, serta perusahaan swasta nasional non-fasilitas dengan investasi lebih Rp1 triliun dan mampu menyerap lebih dari 35.000 tenaga kerja memperkuat bangunan asosiasi.

Asosiasi ini berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Industri Logam Dasar, Mesin dan Elektronika, Direktorat Jenderal Industri Aneka, Departemen Perindustrian. Sekarang Kementerian Perindustrian. APPI juga anggota Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Sebagai bagian komunitas listrik, asosiasi ini telah mengembangkan kerja sama saling menguntungkan dengan PLN, MKI Kontraktor Listrik. 

Ia juga berperan dalam pertemuan AESIEAP (Association of Electricity Supply Industry of East Asia and the Western Pacific, Asosiasi Industri Pasokan Listrik Asia Timur dan Pasifik Barat) dalam rangka meningkatkan kerja sama teknik dan kualitas standar peralatan listrik dengan Direktorat Jenderal Listrik dan Energi Baru, Departemen Perindustrian dan Badan Standardisasi Nasional. 

Aktif juga berpartisipasi dalam komite untuk pertemuan IEC, yang diselenggarakan di Jakarta pada Maret 1992 dan Oktober 1996.

BACA JUGA: AESI di HLN ke-75: Perlu Ekosistem Kebijakan yang Tepat

Asosiasi ini serius membantu membantu anggotanya melalui arahan, informasi, rekomendasi. dan memperkenalkan perusahaan beserta produk-produknya pada masyarakat luas melalui pameran, simposium, dan publikasi katalog asosiasi.

Memasuki AFTA & WTO, menghadapi era globalisasi, APPI memasyarakatkan program bagi anggotanya,  seperti ISO, standarisasi Badan Standarisasi Nasional, akreditasi BAKRI KADIN dalam sertifikasi anggota APPI sebagai pengganti TDR/DRM (sertifikasi pemerintah).

APPI juga terlibat ke dalam tim kerja sama bilateral antara Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral guna meningkatkan kemampuan industri nasional. 

Dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA) alias kerjasama saling pengakuan, APPI terlibat sebagai anggota tim Biro Standarisasi Nasional Indonesia.

Di samping program ISO, untuk membuat anggota APPI mampu berpartisipasi dalam bisnis minyak dan gas (migas), APPI mengintensifkan hubungan dengan Surveyor Indonesia. Dalam rangka mencari solusi atas masalah yang dihadapi anggotanya. Ya, demi anggota. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button