NEWS
Trending

Asosiasi Inginkan Harga Listrik EBT Bisa Ditekan

Asosiasi Inginkan Harga Listrik EBT Bisa Ditekan
Ali Herman Ibrahim berbincang dengan Listrik Indonesia dan jurnalis lain.
Listrik Indonesia | Pemerintah terus mengembangakan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) hingga 2025 sebesar 23%, hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Tentunya rencana pemerintah tersebut mendapat sorotan dari Ketua Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI), Ali Herman Ibrahim. Menurutnya, harga listrik dari yang dihasilkan dari pembangkit listrik EBT seharusnya bisa ditekan lebih rendah, atau tidak boleh lebih tinggi dari yang seharusnya.

“Percuma EBT, jika harga listriknya tinggi, dari mana kita harus bayar. Misalnya harganya 24 sent per kilo Watt hours (kWh), itu salah, karena rakyat atau Negara dari mana akan membayar 24 sent tersebut. Pasti itu akan merusak hutan atau merusak lainnya dan akhirnya tidak EBT,” papar Ali usai diskusi Mencari Win-Win Solution Antara Ketahanan Energi Nasional Dengan Pertumbuhan Hijau, di kawasan SCBD Jakarta, (30/08).

Menurutnya, harga EBT itu harus sewajarnya. Wajarnya itu harus dapat merefleksikan harga yang ditentukan pemerintah dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membangun EBT tersebut. Mulai dari pembebasan lahan; mulai dari kontruksi, mulai dari suku bunga yang berlaku, mulai dari risiko yang harus dibayar, investor yang akan mengembangkan EBT dengan meminjamkan uang di bank dinaikkan suku bunga 1-2%, itu harus diperhitungkan oleh pemerintah. Selain itu juga ekspektasi keuntungan dari pengusaha itu juga harus diperhatikan. Kalau di Jepang mungkin 6% saja untung dari ekspektasi sudah cukup.

“Asosiasi siap untuk mensuplai pasokan daya dari EBT berapapun itu sepanjang lingkungannya mendukung, kemudaian aturannya bagus dan menarik bagi investor. Selain itu juga kontraknya harus menarik, paling tidak dalam 10 tahun yang akan datang harganya menarik,” tandasnya. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button