NEWS
Trending

BBM Satu Harga Sudah Mencapai Titik ke-27

BBM Satu Harga Sudah Mencapai Titik ke-27
(Foto: Suara Dewata)
Listrik Indonesia, Klungkung | Pemerintah terus menjalankan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah telah meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) titik ke-27 dari 54 lokasi sepanjang 2017, dari program BBM Satu Harga di Kecamatan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, pada Sabtu (4/11) lalu.

Peresmian SPBU Kompak di pulau terluar Bali tersebut dilakukan oleh anggota Komite BPH Migas M. Ibnu Rizal, M. Lobo Balia, dan Ahmad Rizal bersama Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi, Direktorat Jenderal Migas Harya Adityawarman, GM Pertamina MOR V Herman M Zaini, dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Anggota Komite BPH Migas M. Ibnu Rizal mengatakan bahwa BBM Satu Harga adalah sebuah kebutuhan yang tidak tergantikan.

“BBM Satu Harga ini adalah suatu keniscayaan, suatu kebutuhan. Beberapa tahun yang lalu di daerah 3T bukan cuma harganya mahal, tapi nggak ada barangnya. Itu yang jadi persoalan. Kalo sekarang, di penyalur itu harganya sama di luar penyalur atau di pengecer mungkin harganya berbeda. Nah itu yang harus kita atur mekanismenya, tapi paling tidak barangnya ada. Itu akan secara bertahap kita perbaiki,” terang Ibnu dikutip dari laman esdm.go.id, Jakarta (06/11).

Sementara, menurut Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) Direktorat Jenderal Migas Harya Adityawarman mengatakan, beroperasinya BBM Satu Harga di Nusa Penida l tidak lain karena daerah ini merupakan pulau terdepan, sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar.

“Kalau daerah Nusa Penida ini adalah daerah terdepan di Keppres, sehingga terpilih untuk kita menempatkan BBM Satu Harga di Nusa Penida ini,” ungkap Harya.

Dengan diresmikannya SPBU Kompak ini, masyarakat Nusa Penida kini mendapatkan tambahan pasokan BBM dengan jarak yang lebih dekat, yakni hanya 150 meter dari Pelabuhan Nusa Penida. Sebelumnya, 2 (dua) SPBU lain telah beroperasi namun berjarak sekitar 6 dan 15 kilometer dari pelabuhan.

Tentunya hal tersebut akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM. Pemerintah Kabupaten Klungkung pun yakin bahwa SPBU Kompak akan mendukung perkembangan sektor pariwisata sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Penida.

Melalui program BBM Satu Harga, Pemerintah bersama Pertamina berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Jokowi-JK yang termasuk dalam Nawacita: membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. (RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button