Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Begini Cara Pemerintah Dongkrak Kapasitas PLTS Atap Hingga 5 Kali Lipat

Begini Cara Pemerintah Dongkrak Kapasitas PLTS Atap Hingga 5 Kali Lipat

LISTRIK INDONESIA | Pemerintah membidik tambahan kapasitas listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap atau solar PV rooftop pada 2021 naik 4 – 5 kali lipat dibandingkan dengan penambahan kapasitas sepanjang 2020.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan bahwa target pengoperasian secara komersial (commercial operate date/COD) PLTS pada tahun ini sebesar 138,8 megawatt (MW). Selain Itu, katanya, pemerintah menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari PLTS mencapai 40%.

“Pemerintah mendorong PLTS terapung agar lebih cepat dibangun. Tahun ini akan kami push [pengembangan PLTS], regulasi akan diperbaiki. Tahun ini target PLTS atap 4 - 5 kali lipat [dari realisasi 2020] yang tercapai. Karena akan kita perbaiki [ketentuan ekspor listrik dari solar PV rooftop ke jaringan PLN] dari 65% naik ke 75%,” ujarnya kepada Listrik Indonesia, belum lama ini.

Pemerintah sedang gencar memprioritaskan pengembangan panel surya baik melalui solar PV rooftop, PLTS terapung dan solar farm serta rencana pengembangan solar cell lepas pantai. Pemerintah juga mendorong Program Gerakan Nasional Sejuta Atap dalam meningkatkan kapasitas panel surya.

Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan (new renewable energy) yang sangat besar, salah satunya energi surya (solar cell). Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi surya di Indonesia mencapai 207,8 gigawatt (GW), tetapi hingga Desember 2020 baru dimanfaatkan sebesar 153,5 megawatt (MW) atau 0,07%, masih sangat rendah.

Menurutnya, pemerintah segera merevisi Peraturan Menteri ESDM tentang PLTS Atap (rooftop) agar lebih menarik bagi konsumen.

“Realisasi PLTS Atap pada 2020 hanya 12 MW. Pada tahun ini bisa naik hingga 4-5 kali lipat karena regulasinya akan direvisi lebih menarik bagi konsumen untuk memasang panel surya atap.”

Berdasarkan beleid yang berlaku saat ini, ekspor listrik dari PLTS atap ke PLN dibatasi maksimal 65%, sedangkan 35% kapasitas listrik dari panel surya diambil sebagai biaya PLN yang telah menyimpan listrik tersebut. Ke depan, lanjutnya, batasan ekspor maksimal itu akan dinaikkan bisa sampai 70% atau 80%.

Selain itu, batasan penyimpanan listrik di sistem PLN maksimal 3 bulan, jika melebihi batas tersebut, maka akan hangus. “Ke depan mungkin waktunya akan diperpanjang menjadi 6 bulan atau 1 tahun misalnya sampai tanggal 31 Desember.”


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button