MEGA PROJECT NEWS PROFILE
Trending

Bekerja Tuntas Mengawal Infrastruktur Kelistrikan di Jawa Bagian Barat

Bekerja Tuntas Mengawal Infrastruktur Kelistrikan di Jawa Bagian Barat
Tim UIP JBB Kompak Dalam Bertugas

Listrik Indonesia | Infrastruktur kelistrikan sangat memengaruhi keandalan sistem (power grid). Mulai dari transmisi, gardu induk, dan pembangkit listrik memiliki peranan sangat penting. Unit Induk Pembangkitan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) PT PLN (Persero) di bawah komando Ratnasari Sjamsuddin dalam mengawal pembangunan infrastruktur kelistrikan di Jawa Bagian Barat meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

 

Kepada Listrik Indonesia GM UIP JBB Ratnasari Sjamsuddin menjelaskan progress pembangunan pembangkit PLN yang berada di Jawa Bagian Barat. PLN memiliki tiga proyek pembangkit di Jawa Bagian Barat. Proyek pembangkit itu bertujuan untuk menambah keandalan sistem di Jamali [Jawa, Madura, dan Bali], khususnya di DKI Jakarta dan sekitarnya. Ketiga proyek pembangkit itu adalah PLTGU [Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap] Jawa 2 atau PLTGU Priok, PLTGU Muara Tawar Add on 2, 3, dan 4 berkapasitas 150 MW dan PLTU Lontar Ekspansi.

 

“Tentu ketiga pembangkit itu untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem, sedangkan khusus untuk PLTU Lontar untuk menurunkan biaya pokok produksi [BPP] listrik. Jadi, menaikkan kapasitas dan keandalan sistem serta menurunkan BPP,” ujar wanita yang akrab disapa Ratna.

 

Ia menambahkan, progres berjalan lancar dan malah ahead schedule [sedikit lebih cepat dari jadwal], sesuai rencana. Progres konstruksi PLTGU Muara Karang Steam Turbine (ST) bekapasitas 159 megawatt (MW) sudah mencapai 96,8%. Sementara itu, PLTGU Muara Karang Unit 1 berkapasitas 300 MW sudah beroperasi lebih dulu dan sudah diremsikan Menteri ESDM Arifin Tasrif [pada 16 Juli 2020]. Kemudian progres PLTU Lontar Ekspansi berkapasitas 315 MW sudah mencapai 96,7%.

 

“Saat ini, kami mengejar target first firing PLTU Lontar Ekspansi,” terangnya.

GM Unit Induk Pembangunan Jawa  Bagian Barat PT PLN (Persero)
Ratnsari Sjamsuddin

 

Tak ketinggalan ia menyampaikan bahwa, proyek PLTU Jawa-7 IPP [independent power producer/pengembang listrik swasta] tidak di bawah koordinasi pihaknya, melainkan langsung dari PLN pusat. Demikian juga dengan PLTU Jawa 9 & 10 dan PLTGU Jawa-1 serta PLTU Cirebon Ekspansi. Namun, untuk PLTU Jawa 9&10, UIP JBB diminta ikut supervise.

 

Kemdian, lebih detil ia menjelaskan, soal proyek transmisi. Ratna menyebut di DKI Jakarta sebagian besar SKTT [saluran kabel tegangan tinggi] 5oo kilovolt (kV). Regulasi Pemprov DKI memang tidak membolehkan lagi pembangunan transmisi saluran udara. Namun, kalau SUTET [saluran udara tegangan ekstra tinggi] 500 kV tetap menggunakan jalur existing, upgrade, dan looping. Transmisi looping 500 kV ada tiga sesi, yaitu dari Duri Kosambi ke Muara Karang, dari Muara Karang ke Muara Tawar, Muara Tawar ke Bekasi.Beberapa SKTT yang sudah energize seperti di Karet Mampang, Tambun, serta Gardu Induk dan GISTET Tambun.

 

Jadi untuk seluruh proyek infrastruktur, per Juni 2020, total kapasitas pembangkit listrik PLN yang yang sedang dibangun UIP JBB sebesar 1.615 MW dengan nilai proyek Rp17,13 triliun, 64 gardu induk sebesar 5.480 MVA dengan nilai Rp7,80 triliun, dan 48 lokasi transmisi dengan panjang 340 kms senilai Rp6,68 triliun. Jadi, total nilai proyek sekitar Rp31 triliun dari 115 proyek tersebut.

 

“So far Alhamdulillah, dengan niat ikhlas, bekerja tuntas, tidak memiliki niat yang aneh-aneh , maka kendala dan masalah yang ada bisa diselesaikan, semua bisa berjalan . Insha Allah pasti ada saja jalanya,” tuturnya. (Cr)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button