Business CORPORATION NEWS
Trending

Benefit WIKA Implementasikan BIM di Proyek PLN

Benefit WIKA Implementasikan BIM di Proyek PLN
Gedung kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. di Jakarta [Foto: stocks.asia - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Penerapan building information modeling (BIM) tidak hanya memaksimalkan kualitas perencanaan dan pengerjaan konstruksi sebuah proyek. BIM juga dipakai dalam rentang pengoperasian maupun perawatan aset, yang justru paling panjang waktunya. 

Karena mendukung kualitas pengerjaan proyek, PT PLN (Persero) mendorong segenap stakeholders proyek ketenagalikstrikan menerapkan BIM dalam manejemennya. BIM memang sejalan dengan tranformasi PLN menjadi perusahaan yang andal. 

Semangat itu tercermin dalam webinar Project Talks Series #1 'Sharing and Growing Together', Rabu, 14 April 2021.

Webinar PLN seri pertama bertema Digitalization In Construction Management: Building Information Modelling (BIM) Implementation In Power Plant Project ini dibuka Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini.  

Tampil sebagai pembicara webinar yang diikuti seribu lebih peserta; Enni Soetanto/Riky Budiman (MOTT Macdonald), General Manager Operations Department of Power and Energy Division PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Adi Widyo Nugroho, dan Manager of Innovation & Technology PT Brantas Abipraya Aminudin Azis. 

BACA JUGA: PLN Pelopori Penerapan BIM pada Proyek Strategisnya

Guna membedah dinamika penerapan BIM, LISTRIK INDONESIA menurunkan cerita sukses implementasi BIM di PT Wijaya Karya (WIKA). 

Selanjutnya, via artikel terpisah, paparan Manager of Innovation & Technology PT Brantas Abipraya Aminudin Azis mengenai dinamika penerapan BIM di perusahaannya. 


Sabet Penghargaan 

Di Indonesia, dalam konteks regulasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pembangunan Bangunan Negara.

Pada lampirannya menyatakan penggunaan BIM wajib diterapkan pada bangunan gedung negara tidak sederhana, Kriteria luasnya di atas 2.000 meter persegi dan fisiknya di atas dua lantai. Perancangan bangunan harus berasal dari desain BIM.

"Di dalam struktur organisasi WIKA terdapat satu departemen yang khusus menangani BIM, yakni Departemen BIM dan Riset. Departemen ini memberikan support kepada Divisi Power dan Energi dalam melakukan eksekusi proyek-proyek di PLN," ujar Division Head of Power & Energy PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Adi Widyo Nugroho mengawali paparannya yang diikuti secara langsung seribu lebih peserta webinar.

WIKA sendiri sejak 1984-2019 sudah menggarap 63 proyek power plant atau pembangkit listrik. Secara kapasitas, hasilnya sudah menghasilkan 14.750 MW. Sebagian besar dimaksud adalah proyek PLTU. Jika dikelompokkan berdasar jenis energinya, tak lebih 10 persen proyek yang digarap yang berbasis energi baru terbarukan (EBT).

WIKA mulai menerapkan BIM pada 2018, lalu dilanjutkan dan dimantapkan pada tahun-tahun berikut. Keseriusan mengimplementasikan tools ini, WIKA langsung diganjar penghargaan. 

Penghargaan kategori Environmental Engineering for Implementation BIM disabet pada 2018. Tanda penghargaan diterima di London, Inggris. 

BACA JUGA: Brantas Abipraya 'BIM Ready' dengan Kantongi ISO 19650

Kemudian pada 2019, WIKA berjaya di Singapura melalui kategori Going Digital Advencements in Bridges. Terakhir pada 2020 melalui kategori Going Digital Advancements in Building & Campuses di Jakarta.

Adi menjelaskan terdapat beberapa definisi BIM. Salah satunya, BIM  adalah suatu 3D virtual yang mereprestasikan proyek yang akan dibangun dan digunakan untuk membantu dalam mengambil keputusan, terkait dengan desain, planning, jadwal pelaksanaan proyek, serta estimasi biaya dan
perawatan. 

Kategori BIM terdiri atas 3D models, 4D schedulling, 5D cost estimating, 5D suitability, 7D facility management. Ini adalah pengenalan awal BIM. 



Benefit BIM

Apa benefit yang diperoleh kontraktor dan owner atau pemilik proyek atas implementasi BIM? 

Manfaat yang diperoleh kontraktor adalah constructability, clash detections, material take off, kemudahan kontrol atas progres pelaksanaan konstruksi, optimasi dan desain terintegrasi, dan benefit visualisasi 3D.

"Benefit yang benar-benar kami rasakan yang pertama masalah take off. Kita dapat dengan mudah dan cepat mendapat material take off. Material apa yang pertama kali digunakan. Berapa tonasenya. Apa jenisnya. Itu dapat segera diperoleh setelah kami menyelesaian pemodelan BIM," papar alumnus Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang, itu.

Adi merinci manfaat clash detection berupa diketahuinya kekurangan berupa "tabrakan struktur" yang belum diketahui berdasar desain. Dengan mengetahui secara diri, masalah dimaksud tidak muncul atau dapat diatasi sebelum pengerjaan konstruksi.

Sementara sisi pemilik proyek, benefit yang disumbangkan BIM: meet project requirement, stakeholder collaboration, real time design information, planning visualization, safety and operability, dan integrity asset management.

Dalam hal ini secara keseluruhan dapat disebutkan owner, kontraktor, dan suplayer dapat mengetahui perkembangan kegiatan dan rencana yang segera mereka kerjakan secara dini. Tak kalah pentingnya adalah mereka memiliki pemahaman yang sama atas informasi yang diterimanya. 

BACA JUGA: PLN Cegah 'Overrun' Proyek Via Transformasi Digital

WIKA, menurut Adi, berhasil mengimplementasikan BIM di beberapa proyek pembangkit milik PLN. Proyek yang sudah rampung, antara lain, Sumbagut 2 Peaker Power Plant dan Gas Engine Power Plant Arun, serta Fixed Type Gas Engine Package IV.  

Sedangkan proyek yang sedang tahap penggarapan, antara lain, Coal-Fired Steam Power Plant (CFSPP) Palu-3. 

Berdasarkan pengalaman WIKA, ungkap Adi, hambatan yang ditemui dalam penerapan BIM berupa kebutuhan investasinya cukup besar. Tak disebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan.

Tantangan lain berupa kebutuhan ahli berpengalaman di bidang BIM. Tak kalah masalahnya, yakni dibutuhkannya perubahan kultur kerja dari konvensional ke sistem BIM.

Sedangkan hambatan yang bersifat teknis berkaitan dengan kebutuhan hard coded system setting

"Kunci sukses pelaksanaan proyek itu pada kecepatan dalam pengambilan keputusan, serta lancarnya komunikasi sesama stakeholder. BIM sangat membantu di sini," tukas GM WIKA Adi Widyo Nugroho. (RE) 


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button