NEWS
Trending

Bisnis SPKLU Jadi Incaran, Mau Tahu Tarif Listriknya?

Bisnis SPKLU Jadi Incaran, Mau Tahu Tarif Listriknya?
Listrik Indonesia | Listrik Indonesia | Pemerintah serius membangun era baru kendaraan listrik. Infrastruktur pendukung seperti pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) ternyata menjadi ladang bisnis baru.

Ada beberapa instansi dan perusahaan yang berlomba-lomba membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum. Di dalam negeri ada PT PLN (Persero) dan BPPT yang siap membangun SPKLU di sejumlah wilayah. 

Ternyata SPKLU ini menjadi ruang bisnis baru, kabarnya Singapura akan ikut terjun dalam investasi kendaraan listrik di Indonesia. Lewat perusahaan Singapore Power yang akan membangun SPKLU di tanah air. Rencana ini dibicarakan dalam pertemuan antara Menko Perekonomian Airlangga Hartato dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. 

Dalam rapat hadir juga Singapore Power, PLN, dan Grab Indonesia. Nantinya, Singapore Power akan bermitra dengan PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia, Rencananya, pada 2020 program ini akan direalisasikan.

Selain itu ada Grab Indonesia yang menegaskan siap untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan menyediakan SPKLU. Grab Indonesia akan menjadi salah satu katalisator untuk pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Presiden Direktur Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan Softbank selaku salah satu investor Grab telah menyatakan akan berinvestasi US$2 miliar di Grab Indonesia untuk mengembangkan ekosistem electric vehicle (EV), mapping dan health technology.

Selain SPKLU menjadi lahan bisnis baru di sektor kelistrikan. Kemudian bagaimana dengan tarif listrik pengecasannya di SPKLU. Ada beberapa jenis charging yang akan disediakan seperti Ultra fastcharging dapat mengisi daya mobil listrik dari 0 hingga full dalam waktu 15 menit, juga fastcharging dapat mengisi daya mobil dari 0 hingga full dalam waktu 30-40 menit dan medium fastcharging bisa mengisi daya mobil dari 0 hingga full dalam waktu 2 hingga 4 jam. 

Harga yang harus dibayarkan oleh pengguna berkisar di harga Rp 1.400 - Rp 1.600 /KwH. Saat ini pembayaran untuk pengunaan SPKLU hanya bisa dilakukan melalui aplikasi LinkAja. Saat ini semua SPKLU masih dibangun menggunakan anggaran dari PLN. Kedepannya PLN akan melakukan pembangunan SPKLU bersama pihak swasta. (CR)

 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button