Renewable Energy ENERGY PRIMER NEWS
Trending

Blok Seram Non Bula Maluku Miliki Potensi Cadangan Gas Besar

Blok Seram Non Bula Maluku Miliki Potensi Cadangan Gas Besar
Arief S. Handoko [Foto: Dok. - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Wilayah Kerja Migas di Maluku memiliki potensi cadangan gas yang cukup besar. Salah satunya di Blok Seram Non Bula, yang dikelola Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Citic Seram Energy Ltd.   

“Wilayah Kerja Seram Non Bula sendiri saat ini memproduksikan minyak. Namun berdasarkan data SKK Migas terdapat potensi cadangan gas yang cukup besar pada Lapangan Lofin,” ungkap Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Arief S. Handoko di Jakarta.

Potensi cadangan gas dimaksud, tandas  Arief dalam rilis persnya yang diterima LISTRIK INDONESIA, berdasar data  neraca migas nasional yang dibuat Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas.

Ditambahkan, potensi cadangan gas tersebut perlu dibuktikan terlebih dahulu oleh KKKS. Diperlukan data fakta (cadangan terbukti) seputar besaran kandungan gas yang dapat diproduksikan dan dikomersialkan, komposisi gas, serta keekonomian guna pengembangan lapangan dimaksud. 

BACA JUGA: SKK Migas dan KKKS Siapkan Tender US$ 6 Miliar

SKK Migas siap mendukung pemenuhan kebutuhan gas Provinsi Maluku guna mendukung pengembangan kegiatan bisnis kawasan. Untuk itu, SKK Migas juga meminta dukungan Pemda Provinsi Maluku serta para pemangku kepentingan untuk kelancaran kegiatan eksplorasi.

Program 500 MW Maluku diluncurkan untuk mengaktifkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Maluku dengan menggunakan sumberdaya gas. Selama ini masih menggunakan high speed diesel (HSD) lantaran belum mendapat pasokan gas.

“SKK Migas sangat mendukung terlaksananya program tersebut karena merupakan amanah Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Program Konversi Pembangkit Diesel menjadi pembangkit berbahan bakar gas sebagai wujud peningkatan tatakelola penyediaan energi yang lebih efisien,” papar Arief lagi.

Pemanfaatan gas bumi menjadi prioritas juga karena menggerakkan berbagai sektor bisnis lainnya, seperti industri dan transportasi, serta lainnya.  Di samping memberikan nilai tambah perekonomian pusat maupun daerah. 

Atas hal tersebut, Arief mengatakan SKK Migas bersama KKKS berharap Pemerintah Provinsi Maluku serta pemangku kepentingan lain terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proyek kegiatan hulu migas di wilayahnya. 

BACA JUGA: SKK Migas Terus Gali Potensi Cadangan Migas di Provinsi Lampung

“Kami menyadari peran Pemerintah Daerah dan BUMD pada pengelolaan kegiatan usaha hulu Migas akan sangat signifikan melalui participating interest 10 persen oleh BUMD, sehingga manfaat secara ekonomi bagi daerah akan semakin besar." tuturnya. 

Sementara itu, Gubernur Maluku Murad Ismail menyebutkan pihaknya optimis atas Program 500 MW dimaksud. Proyek ini bakal menjadikan menjadikan Maluku sebagai daerah yang terang benderang. Diharapkan juga memberikan nilai tambah ekonomi kepada seluruh masyarakat Maluku, sehingga angka kemiskinan berkurang.

“Pemanfaatan gas bumi nasional akan mendorong efisiensi produksi energi listrik, yang nyata mampu menjadi pendorong perekonomian Maluku dengan ketersediaan energi listrik yang bersaing dan berkelanjutan,” kata Murad. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button