Fossil Fuel ENERGY PRIMER NEWS Innovation POWER TECH
Trending

Bos Inalum Minta Insentif Fiskal untuk Pemanfaatan Nikel Rendah

Bos Inalum Minta Insentif Fiskal untuk Pemanfaatan Nikel Rendah
Listrik Indonesia | PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum bersama tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) yang tergabung dalam holding BUMN industri baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)  Orias Petrus Moedak mengusulkan agar nikel kadar rendah untuk pengembangan baterai mobil listrik (electric vehicle) mendapatkan insentif fiskal.

Pasalnya hilirisasi sektor baru bara seperti gasifikasi telah telah mendapatkan insentif berupa royalti nol persen lewat Undang-undang Cipta Kerja.

"Kalau untuk batu bara kita sudah ada pajak iuran (royalti) 0 persen, karena sudah ada. Apakah ini akan berlaku pada nikel kadar rendah?" kata Orias dalam webinar Sosialisasi Kebijakan Mineral dan Batubara Indonesia, Kamis (11/2).

Ia menyampaikan, pertambangan nikel kadar rendah hanya dianggap logam ikutan. Kini komoditas tersebut jadi istimewa lantaran adanya produk baterai yang bisa dihasilkan dari nikel kadar rendah.

"Saya rasa kebijakan insentif perlu dimasukkan ke dalam kebijakan minerba," sebutnya.

Oleh karena itu lah ia meminta keringanan bagi perusahaan pertambangan yang menghasilkan nikel untuk industri baterai mobil listrik.

"Pemerintah juga harus memberikan kepastian mengenai pengembalian biaya investasi yang dilakukan BUMN dalam melakukan penugasan," tandasnya. (Cr)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button