Business CORPORATION NEWS
Trending

BUMN Geo Dipa Energi, Apa Kabar?

BUMN Geo Dipa Energi, Apa Kabar?
Power Plant Dieng Unit 1 yang dioperasikan PT Geo Dipa Energy (Persero) [Foto: geodipa.co.id - LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - Jauh dari publisitas, PT Geo Dipa Energi (Persero) bukan berarti tanpa karya. Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang panas bumi benar-benar fokus merampungkan beberapa proyek panas bumi yang diamanahkan. 

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim mengatakan jajarannya fokus mengembangkan wilayah kerja panas bumi (WKP) yang telah dikelola perseroan, yakni WKP Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dan WKP Patuha, Jawa Barat.

Geo Dipa juga tengah menyelesaikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng skala kecil berkapasitas 10 megawatt (MW), PLTP Dieng Unit 2 dan 3 dengan kapasitas 2 x 55 MW, PLTP Patuha Unit 2 dan 3 berkapasitas 2 x 55 MW, dan PLTP Candradimuka, Kota Banjarnegara, Jawa Tengah 40 MW.

Perusahaan plat merah ini telah memperoleh kepastian pembelian listrik dan komitmen pendanaan. Untuk proyek PLTP Dieng berskala kecil 10 MW tersebut, perseroan menganggarkan US$23 juta atau sekitar Rp322 miliar (asumsi kurs Rp 14.000 per US$). 

BACA JUGA: Presiden Direktur Geo Dipa Riki Ibrahim Berkunjung ke Redaksi Listrik Indonesia

Geo Dipa hanya fokus pada penugasan pemerintah. Dia tidak menyibukkan diri menjajaki dan mengerjakan proyek di luar penugasan.

Selain mengembangkan proyek PLTP di wilayah kerja panas bumi yang telah beroperasi, Geo Dipa melanjutkan kegiatan eksplorasi di empat area prospek. Keempat lokasi penjajakan, yakni Candradimuka (Jawa Tengah), Cimanggu Patuha (Kabupaten Bandung, Jawa Barat), Candi Umbul Telomoyo (Jawa Tengah), dan Arjuno Wilerang (Jawa Timur).

Riki juga menjelaskan perusahaan energi yang dipimpinnya juga terlibat beberapa aktivitas eksplorasi di beberapa wilayah sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Bekerja sama dengan beberapa perusahaan di bawah Kementerian Keuangan, seperti PT SMI dan PT PII. Pendanaannya multilateral bank.

Lokasinya di area Waesano (Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur), Jailolo (Halmahera barat, Maluku Utara), Nage (Kabupaten Manggarai Timur, NTT), dan Bituang (Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan).

BACA JUGA: Pertamina & Medco Power Optimalkan Gas & Geothermal

"Hasil eksplorasi drilling akan ditenderkan oleh pemerintah kepada IPP Panas Bumi, termasuk PGE," tutur Riki lagi.


Holding BUMN Panas Bumi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebentar lagi rampung membentuk induk perusahaan (holding) BUMN Panas Bumi. 

Geo Dipa termasuk perusahaan yang akan tergabung dalam holding tersebut. Dua perusahaan lainnya adalah PT PLN Gas & Geothermal, unit bisnis PLN di bidang energi baru terbarukan panas bumi, dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kapasitas terpasang PLTP nasional mencapai 2.130,7 MW hingga 2020. Tidak ada penambahan kapasitas terpasang sejak 2019.

Geo Dipa telah mengoperasikan PLTP dengan total kapasitas terpasang 120 MW, dari PLTP Patuha Unit 1 60 MW dan PLTP Dieng Unit 1 60 MW. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button