NEWS
Trending

Capaian 2016 Minim, DEN Genjot Penggunaan EBT 

Capaian 2016 Minim, DEN Genjot Penggunaan EBT 
Listrik Indonesia | Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar Sidang Anggota ke-22 di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (4/8). Menteri ESDM Ignasius Jonan yang bertindak sebagai Ketua Harian DEN membuka langsung sidang ke-22 Anggota DEN. 

Pasalnya, dalam sidang kali ini memiliki dua pembahasan utama yaitu terkait perkembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED). 

Menurut anggota DEN, Abadi Purnomo dalam keterangan pers usai Sidang mengatakan, DEN mengawal dan mendorong tercapainya target pencapaian EBT 23% pada tahun 2025. Setidaknya dibutuhkan upaya ekstra untuk mencapainya, sebab pencapaian di tahun 2016 dapat dikatakan masih minim.

"Sampai akhir 2016 kita baru mencapai 7,7%. Sehingga untuk mencapai 23% di 2025 harus ada akselerasi sehingga grafik ini menjadi eksponensial. Tidak mungkin lagi dilakukan dengan hal-hal yang biasa dilakukan," papar Abadi.

Ia menerangkan upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut yakni, salah satunya dengan mengakselerasi penggunaan biodiesel (B20) dan utilisasi panel-panel surya yang terpasang namun masih mengalami kendala operasional. Selain itu, upaya lain yang dapat dilakukan adalah akselerasi penggunaan panel surya di semua sektor untuk pribadi maupun bangunan pemerintahan dan swasta.

"Dalam hal ini Prof. Rinaldi Dalimi, memberikan masukan antara lain bahwa ini bisa digenjot kalau kita menuangkan ini ke dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dalam kurun waktu tertentu. Mengakselerasi penggunaan panel surya di semua sektor," imbuh Abadi.

Terkait soal RUED-P (RUED-Provinsi), Abadi mengatakan, saat ini DEN memiliki program khusus seperti melakukan sosialisasi melalui workshop nasional, pendidikan dan pelatihan serta program supervisi. 

"Kita punya program untuk workshop nasional kemudian pendidikan dan pelatihan, kemudian workshop tiga wilayah sampai dengan akhir tahun kita akan mempunyai program supervisi," paparnya.

Adapun progres penyusunan RUED-P hingga 2017 yakni :
Pertama, 7 Provinsi sudah menganggarkan kegiatan RUED yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bengkulu, Kalimantan Tengah dan Nusat Tenggara Barat.

Kedua, 15 provinsi yang telah melakukan kegiatan penyusunan RUED walau belum dianggarkan yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Ketiga, 12 Provinsi yang memerlukan perhatian khusus karena belum secara aktif melaksanakan penyusunan RUED, antara lain Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Penyusunan RUED merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional. Dalam Pasal 4, ditetapkan bahwa Dewan Energi Nasional bersama Kementerian (ESDM) melakukan sosialisasi RUEN kepada instansi terkait baik pusat maupun daerah dan pihak lain terkait dan pembinaan penyusunan rancangan RUED-P.

Selanjutnya, Dewan Energi Nasional melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan RUEN dan kebijakan di bidang energi yang bersifat lintas sektoral. Hasil pengawasan dibahas dalam Sidang Anggota Dewan Energi Nasional dan dilaporkan kepada Ketua Dewan Energi Nasional atau dapat dibahas dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional.

Sekadar informasi, idang Anggota DEN ke-22 ini turut pula dihadiri oleh Menteri Bappenas, anggota DEN dari pemangku kepentingan yang terdiri dari akademisi, teknologi, konsumen, lingkungan hidup serta wakil tetap dari Kementerian Pertanian, Perhubungan, Riset dan Teknologi, Perindustrian, dan Keuangan. (RG)
 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button