Trending

China-ASEAN Mining Personnel Exchange & Training Centre Tawarkan 100 Beasiswa

China-ASEAN Mining Personnel Exchange & Training Centre Tawarkan 100 Beasiswa
Dok. Istimewa

Listrik Indonesia | China-ASEAN Mining Personnel Exchange & Training Centre menawarkan 100 beasiswa dan ratusan tempat lokakarya yang tentunya akan menjadi langkah maju yang besar dalam menciptakan koneksi dan kerjasama di industri pertambangan. Hal ini disampaikan Ye Shaobo, Direktur Departemen Urusan Umum, pada upacara pembukaan Pertemuan Pejabat Penghubung ke-10 (10th Liasion’s Official Meeting) dari Forum Kerja Sama Pertambangan Tiongkok dan ASEAN (CAMCF).

Sekretaris Jenderal, Zhou yang turut hadir ikut serta memberikan informasi terkait proyek-proyek pertambangan yang aktif di negara Tiongkok pasca pandemi Covid-19 berakhir di negaranya. Seperti sebelumnya, pertemuan ini diadakan utamanya untuk mempersiapkan konferensi 11th CAMCFE (China-ASEAN Mining Cooperation Forum and Exhibition) yang tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2021, di kota Nanning, Tiongkok secara hybrid.

Pada prinsipnya, masa depan pembangunan internasional perlu mempertimbangkan kebutuhan unik dari setiap negara terlibat dengan mendukung pembentukan hubungan yang adil. Proyek pertambangan yang sedang di garap oleh National Geosciences Laboratory di Kamboja adalah contoh yang sangat baik dari pembangunan timbal balik yang terus berlanjut secara global meskipun sempat ada kesulitan saat ini dikarenakan dampak pandemi.

Dalam pertemuan tersebut, Eko Budi Lelono, Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM RI, selaku salah satu perwakilan dari Indonesia juga ikut berpartispasi. Pihaknya menyampaikan bahwa reformasi dan hubungan yang tumbuh yang dipromosikan oleh Badan Geologi di Indonesia sangat produktif berdasarkan data yang dipaparkan yang juga sebagian telah mengatur izin pertambangan.

Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) yang menjadi Liaison Official dari Indonesia menghadiri dan mengapresiasi atas diadakannya pertemuan ini. Hendra menyampaikan peran industri pertambangan Indonesia di dunia pasca pandemi akan sangat penting bagi kawasan ASEAN dan langkah global menuju pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Adapun delegasi dari masing-masing negara ASEAN yang hadir pada pertemuan tersebut antara lain; Dr. Simone Phichith, Direktur Jenderal Lembaga Penelitian Energi dan Pertambangan, Laos, Hisamuddine Termidi, Wakil Direktur Jenderal (Operasi) Departemen Mineral & Geosains, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, Malaysia, Kyaw Zaw Tun, Asisten Direktur (Ahli Geologi), Departemen Pertambangan, Kementerian Sumber Daya Alam dan Konservasi Lingkungan, Myanmar, Wilfredo G. Moncano, Direktur Biro Pertambangan dan Geosains, Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina, Dr. Le Quoc Hung, Wakil Direktur Jenderal Departemen Umum Geologi dan Mineral di Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Vietnam dan Sarimah, Kementerian Pembangunan Brunei. (TS)


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button