NEWS
Trending

Dapat Restu Presiden, Menteri BUMN Bentuk Enam Holding

Dapat Restu Presiden, Menteri BUMN Bentuk Enam Holding
Listrik Indonesia | Rencana pembentukan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di enam sektor sudah mendapat persetujuan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, sudah mendapat restu dari Presiden Jokowi , terkait pembentukan holding BUMN yang terdiri dari enam sektor. Adapun keenam sektor tersebut ialah minyak dan gas bumi (migas), pertambangan, perumahan, jalan tol, jasa keuangan, dan pangan.

"Bahwa Presiden sudah menekankan bahwa holdingisasi ini harus memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. Dengan ini (holding), perusahaan pelat merah didorong untuk meningkatkan kapasitasnya dalam pembangunan infrastruktur negara," kata Menteri BUMN, Rini di Jakarta belum lama ini.

"Jadi kita bisa mendorong BUMN untuk dapat melakukan pembangunan di seluruh pelosok Indonesia tanpa mengganggu APBN. Ini penekanan utama. Tentunya untuk itu harus mempunyai kapasitas yang kuat, untuk dapat mencari dana dan holdingisasi ini yang ditekankan," lanjutnya.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga menekankan pembentukan holding ini harus didasari UUD 1945 Pasal 33 terkait ekonomi kerakyatan. "Jadi, rakyat tetap mendapatkan manfaatnya dari pembentukan holding ini," jelasnya.

"Contoh, kalau nanti ada tambang yang sudah ditambang rakyat, BUMN mengoordinasikan sedemikian rupa sehingga rakyat tersebut tetap bisa melakukan aktifitas, mungkin bersama-sama dengan BUMN. Sehingga kita makin bisa meningkatkan kemampuan di pertambangan, tapi tetap merangkul kerakyatan yang memang sudah biasa mendapatkan pendapatan di tambang. Ini salah satu contohnya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, yang menjadi induk holding ini adalah perusahaan pelat merah yang sahamnya dimiliki 100% oleh negara. "Yang perlu penekanan adalah bahwa holding company ini yang 100% milik negara," ungkapnya. Ke enam holding BUMN tersebut diantaranya:

1. Holding BUMN Pertambangan: PT Inalum (Persero) Tbk, PT PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Adapun yang menjadi induk dari holding ini adalah PT Inalum.

2. Holding BUMN Migas: PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Induk dari holding ini adalah PT Pertamina.

3. Holding Perumahan: PT Perumnas (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Induk dari holding ini adalah PT Perumnas.

4. Holding BUMN Jasa Keuangan: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Reasuransi Indonesia Utama (RIU), PT Asuransi Asei Indonesia (anak usaha PT Indonesia Re), PT Jasaraharja Putera (anak usaha PT Jasa Raharja), PT Askrindo (Persero), PT Asuransi Jasindo (Persero),  PT Danareksa (Persero), PT Sucofindo (Persero),  PT Surveyor Indonesia (Persero), dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero). Adapun induk dari holding Jasa Keuangan adalah PT Danareksa.

5. Holding BUMN Jalan Tol: PT Jasa Marga Tbk, PT Waskita Karya Tbk, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero). Induk dari holding ini adalah PT Hutama Karya.

6. Holding BUMN pangan: Perum Bulog, PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), dan PT Perdagangan Indonesia (Persero). Induk holding ini adalah Perum Bulog.
(RG)

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button