Activity CORPORATION NEWS
Trending

Data Migas Diolah Universitas Dalam Negeri, Dulu Lembaga Luar

Data Migas Diolah Universitas Dalam Negeri, Dulu Lembaga Luar
Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., MT., Ak. (tengah) dan Kepala SKK Migas Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. (kanan) menandatangani nota kesepahaman [Foto: Dok. LISTRIK INDONESIA]

Listrik Indonesia - SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sepakat menjalin kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. 

Kesepakatan itu dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya menunjang program pembinaan kualitas sumber daya manusia (SDM) di SKK Migas dan Unair. 

Memorandum of understanding (MoU) ditandatangani di Kampus Unair di Mulyorejo, Surabaya, Senin (4/4/2021). Nota MoU ditandatangani langsung Kepala SKK Migas Dr. Ir. Dwi Soetjipto, M.M. dan Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., MT., Ak.

Dalam sambutannya, Rektor Unair Prof. Nasih mengatakan kesepatan tersebut menjadi landasan kerjasama lainnya di masa mendatang. 

BACA JUGA: Pemerintah Kumpulkan Data Hulu Migas Demi Mengejar Target 1 Juta Barel

"MoU ini pondasi. Jika tidak ada kesepahaman maka tidak mungkin ada perkenalan dan kerja sama yang berkelanjutan. Unair sendiri telah mencanangkan menjadi smart university. Perguruan tinggi yang inklusif bagi semua pihak dan di mana saja," paparnya. 

Melalui MoU dimaksud, lanjut Prof Nasih, membuka kesempatan Unair mengundang SKK Migas berbagi ilmu dan pengalaman dalam kaitan industri hulu migas. Hal ini menjadi bahan pembelajaran mahasiswa terhadap case base hulu migas. 

Unair mengharapkan akses ke SKK Migas sehingga bisa berkontribusi dalam upaya meningkatkan nilai tambah hulu migas. Termasuk menyiapkan SDM yang lebih memahami dan memiliki kompetensi hulu migas. 

Menurut Rektor Unair, pengelolaan data oleh perguruan tinggi merupapak bagian kontribusi perguruan tinggi yang diharapkan meningkatkan kapabilitas SDM nasional. Sehingga perguruan tinggi memberikan kemanfaatan yang lebih nyata.

Pada kesempatann yang sama, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan data hulu migas selama ini diolah oleh lembaga di luar negeri. Kemudian dibeli dan menjadi referensi bagi pelaku hulu migas nasional. 

"Jika perguruan tinggi dapat terlibat mengolah data maka asas manfaatnya akan semakin besar bagi kepentingan nasional," tandas Dwi.

Untuk kebutuhan tersebut, SKK Migas telah membentuk Institut Oil and Gas Indonesia (IOGI). Lembaga pendidikan tinggi menjadi thing tank SKK Migas yang dalam upaya melakukan research and development (RnD).

BACA JUGA: Sengkarut Penambangan Liar Migas: Serius Cari Solusi?

Penandatanganan nota MoU disaksikan pimpinan Unair, antara lain Wakil Rektor BidangRiset, Inovasi, dan Community Development Prof. Dr. Dra. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si,, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin.

Juga hadir Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof. Dr. Drh. Bambang Sektiari Lukiswanto DEA., Wakil  Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes., Sp.PD-KGEH.,, Ph.D, serta Sekretaris Universitas Drs. Koko Srimulyo, M.Si.

Mendampingi Kepala SKK Migas pada penandatanganan MoU: Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa) dan Kepala Divisi SDM SKK Migas merangkap Plt. Kepala Divisi SDM SOM SKK Migas Hudi D. Suryodipuro. (RE)


 

Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button