Renewable Energy ENERGY PRIMER
Trending

Deltamas Solusindo Gencar Bangun PLTS Komunal

Deltamas Solusindo Gencar Bangun PLTS Komunal

Listrik Indonesia | PT Deltamas Solusindo berkomitmen dengan PT PLN untuk membantu pengerjaan sekaligus memasok modul tenaga surya bagi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal untuk tiga wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT)  bersistem offgrid.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan potensi teoritis energi surya di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 66 GW. Dari total potensi 66 GW maka potensi teknis energi surya mencapai hampir 10 GW atau sekitar 9,9 GW. Seperti dijelaskan Menteri ESDM Arifin Tasrif pada Rabu (3/3/2021) dalam diskusi virtualnya menjelaskan, pengembangan PLTS memang bakal jadi tumpuan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) beberapa tahun ke depan.

Untuk tahun 2021 hingga 2030 mendatang penambahan PLTS ditargetkan mencapai 5,3 GW yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Dari beberapa daerah yang akan memiliki PLTS, salah satunya ialah wilayah NTT yang nantinya bakal dibangun tiga PLTS komunal.

"Potensi energi surya di Nusa Tenggara Timur sangat besar dengan tingkat radiasi tinggi, curah hujan jarang jadi kalau kita lihat potensi teoritis bisa 66 ribu MW," ujar Arifin.

Di NTT terdapat 27 titik PLTS Komunal yang nantinya menyebar di wilayah kota dan kabupaten provinsi NTT. Pada 2019 lalu, telah diresmikan sebanyak lima PLTS  tiga diantaranya berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat yakni Desa Pasir Putih, Desa Seraya Mareannu, dan Desa Batu Tiga. Adapula dua PLTS lainnya terdapat di Desa Nuca Molas, Kabupaten Manggarai, dan Desa Usulanu, Kabupaten Rote Ndao. Kelima PLTS tersebut memfasilitasi kebutuhan listrik untuk 1.114 pelanggan baru dan meningkatkan porsi Energi Baru dan Terbarukan di NTT menjadi sebesar 13,91 persen.

Saat ini di NTT kembali dibangun tiga PLTS Komunal, ketiga proyek tersebut dipegang oleh PT Deltamas Solusindo. Dijelaskan oleh Direktur Utama PT Deltamas Solusindo Henry Saputra, bahwa ini merupakan proyek (Engineering, Procurement, Construction) EPC pertama bagi Deltamas Solusindo yang berkontrak langsung dari PLN. Sekaligus memasok kebutuhan modul tenaga suryanya untuk proyek tersebut.

Deltamas yang berdiri sejak 1997 dengan basic bisnis engineering and contracting dan mulai memasuki industri PLTS pada 2019 dengan memproduksi modul tenaga surya bermerk SolarQuest. Proyek PLTS Komunal yang berada tiga lokasi dalam dua wilayah di Sumba Timur dan Sumba Tengah NTT. Henry menyatakan, pengerjaan Proyek PLTS komunal dikerjakan dalam waktu kurun delapan bulan diperkirakan selesai pada Agustus 2021.

Kehadiran PLTS merupakan opsi terbaik untuk mengejar target sebesar 23 persen pada 2025 sekaligus mempercepat rasio elektrifikasi di Tanah Air. PLTS Komunal bersistem offgrid ini kan program dari pemerintah dan dipilihnya wilayah NTT karena potensinya sinar pananya yang tinggi juga untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di sana,” ujar Henry kepada Listrik Indonesia.

Dalam pengerjaan proyek PLTS Komunal ini, Deltamas Solusindo mengunakan modul jenis polycristalline 330 Wp dan 1036 modul tenaga surya akan terpasang untuk tiga PLTS tersebut atau setara 340 MWp. Namun sayang Henry enggan membeberkan nilai investasi utuk satu proyek PLTS Komunal NTT.

“Jadi kita selain memasok modul suryanya kita juga membantu pengerjaan sipilnya,” tandasnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button