CORPORATION POWER TECH
Trending

Demi Meningkatkan Daya Saing Industri Baja, Gunung Raja Paksi Minta Harga Energi Murah

Demi Meningkatkan Daya Saing Industri Baja, Gunung Raja Paksi  Minta Harga Energi Murah

Listrik Indonesia | Mampu bertahan di saat pandemi Covid-19 sepanjang 2020, membuat PT Gunung Raja Paksi (GRP) Tbk optimistis mencapai kinerja positif di tahun 2021 ini. Guna meningkatkan daya saing produk baja dalam negeri,  industri baja membutuhkan harga energi yang kompetitif.

Pihak manajemen menngatakan, optimisme tersebut didasarkan pada besarnya anggaran belanja pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk proyek infrastruktur di sepanjang tahun 2021 ini. Hal tersebut diyakini bakal membuat bisnis baja dalam negeri turut menggeliat.

“Kami bisa lihat alokasi belanja APBN di tahun ini untuk sektor infrastruktur mencapai Rp 417 triliun. Ini merupakan catatan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ini akan membuat industri baja bakal semakin kuat di tahun 2021 ini,” ujar manajemen secara virtual kepada media. Jumat, (7/5).

Lebih lanjut, ia menyampaikan, kinerja perusahaan sempat tertekan pada Q2 dan Q3, tetapi dapat segera pulih dan meningkat secara signifikan pada Q4 2020. Secara year-on-year, kinerja pada tahun 2020 lebih baik dibandingkan dengan kinerja 2019, bahkan di tengah situasi pandemi Covid - 19. Tren peningkatan ini diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2021 - 2025.

Bahkan pada Agustus 2020, GRP melakukan pelepasan ekspor perdana terhadap 4.600 ton Structural Steel atau struktur baja ke Vancouver, Kanada. GRP menyuplai salah satu proyek pergudangan di kawasan Riverbend di mana nilai proyeknya mencapai Rp 69 miliar atau setara dengan US$ 4,7 juta.
 

Lebih jauh GRP mengungkapkan, bahwa industri baja adalah asset nasional yang perlu dilindungi oleh pemerintah. Untuk itu GRP berharap pemerintah melindungi industri baja dalam negeri dan memastikan daya saing yang lebih kompetitif di pasar. Trade remedies adalah tindakan yang diambil untuk merespon subsidi (countervailing duty), penjualan di bawah nilai wajar (antidumping) dan lonjakan impor (safeguards).

“Industri baja ini kan merupakan industri yang memerlukan energi cukup besar. Listrik merupakan salah satu sumber energi utama bagi sektor industri dan termasuk faktor penentu daya saing industri dalam negeri. Dalam hal ini, GRP membutuhkan harga energi yang kompetitif, dalam hal ini harga listrik dan gas,” pungkasnya.


Related Articles

0 Komentar

Berikan komentar anda

Back to top button