Dalam salah satu kunjungan kerja Anggota Dewan Energi Nasional Herman Darnel Ibrahim di wilayah sumur bor PT GDE di Dieng, Jawa Tengah, terungkap bahwa saat ini PT GDE sedang melakukan pengeboran dengan kapasitas 55 Mega Watt (MW). Seperti diketahui bahwa di Wilayah Kerja Dieng tersebut memiliki total potensi energi panas bumi sebesar 400 MW. “Geo Dipa juga akan membangun dua unit lagi dengan kapasitas masing-masing 55 MW,” terang Herman kepada Listrik Indonesia (14/4).
Herman mengaku bahwa ia terjun langsung ke Sumur PLTP Dieng nomor 9 hingga mencapai kedalaman 2.130 meter dengan didampingi oleh Supervisor Drillig Rig Nur Syuhada dan Direktur Utama Geo Dipa Yudistian Yunis yang baru saja dilantik. Dalam kunjungan tersebut, Herman mengaku bangga dengan pengerjaan drilling tersebut yang sudah bisa dilakukan oleh anak bangsa. “Yang luar biasa adalah proses drilling ini dilakukan sendiri oleh enjinir dan teknisi dari PT Geo Dipa,” tegasnya. Karena kata Herman, sebelumnya proses pengeboran ini dilakukan oleh kontraktor dan tenaga asing.
Menurut Herman proses pengeboran itu sendiri sudah berlangsung sejak 20 Maret 2023 dan diproyeksikan akan selesai pada 25 April. PT Geo Dipa Energi sendiri adalah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi panas bumi yang saat ini mengoperasikan Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng (Jateng) dan Patuha (Jabar). Dieng sendiri merupakan lokasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber energi panas bumi.
