Harga Gas Pipa Lebih murah Dibanding LPG, Berminat Membeli?

Harga Gas Pipa Lebih murah Dibanding LPG, Berminat Membeli?
Harga gas dari jaringan distribusi gas untuk rumah tangga (jargas) lebih murah dibandingkan dengan harga gas tabung atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Listrik Indonesia | Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Arief Setiawan Handoko mengatakan bahwa harga gas dari jaringan distribusi gas untuk rumah tangga (jargas) lebih murah dibandingkan dengan harga gas tabung atau Liquefied Petroleum Gas (LPG). Harga gas  melalui pipa atau jargas berkisar antara Rp 6.000-Rp 10.000 per meter kubik, setara dengan sekitar Rp 14.000 per kilogram (kg). Sementara itu, harga LPG non-subsidi bisa mencapai sekitar Rp 18.000 per kg. Hal tersebut ia ungkapkan dalam program Energy Corner CNBC, Senin (27/11/2023).

"Harga sales kita ke rumah tangga itu masih sekitar Rp 6.000 sampai Rp 10.000, yang tentunya ini jauh lebih murah daripada harga LPG yang 12 kg," katanya.

"LPG 12 kg itu kurang lebih sekarang harga eceran tertinggi Rp 180.000 sampai Rp 190.000, tetapi (masyarakat) belinya mungkin Rp 220.000 mungkin ya. Kalau dikalikan per kilonya itu 1 kilo itu kurang lebih Rp 18.000. Nah harga jargas kita 1 kilo itu kurang lebih Rp 14.000. Jadi bedanya lumayan," jelasnya.

Namun, pihak PGN mengakui bahwa harga gas dari sektor hulu yang digunakan untuk program jargas saat ini dikenakan tarif komersial, karena perusahaan masih menjalankan program jargas secara mandiri atau business-to-business (B to B). 

"Kemudian sekarang ini, jargas mandiri kita melakukan business-to-business ya, komersial, artinya harga yang kita ambil dari upstream itu harga komersial," katanya.

Meskipun demikian, PGN tengah mengusulkan agar bisa mendapatkan harga gas di hulu yang setara dengan harga gas dalam program jargas APBN, yaitu sebesar US$ 4,72 per MMBTU.

Usulan ini sejalan dengan program pemerintah yang bertujuan mendorong penggunaan gas untuk pelanggan rumah tangga. Program jargas untuk rumah tangga juga dianggap sebagai bentuk layanan perusahaan untuk publik atau Public Service Obligation (PSO). 

"Tentunya jargas rumah tangga ini bentuk PGN melakukan Public Service Obligation," tambahnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#energi

Index

Berita Lainnya

Index