Komisi VII Dorong SKK Migas Memenuhi Target Lifting Migas

Komisi VII Dorong SKK Migas Memenuhi Target Lifting Migas
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala SKK Migas di ruang rapat Komisi VII, Jakarta, Kamis (30/11/2023). (Dok: Komisi VII DPR RI)

Listrik Indonesia | Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala SKK Migas, dalam rapat ini kedua belah pihak membahas tentang progres lifting migas kuartal empat tahun 2023 dan iklim investasi hulu migas. Dia pun menjabarkan data-data target pencapaian lifting migas. 

Menurutnya upaya SKK migas yang terus mendorong kontraktor kerjasama untuk meningkatkan produk hulu migas patut didukung namun di sektor hulu sampai saat ini terasa belum belum ada solusinya.

"Namun demikian kami mengucapkan selamat bahwa belum ada seminggu yang lalu telah diresmikan beroperasinya Tangguh Train III. Dengan demikian insya Allah dengan beroperasinya Train III, nanti target-target lifting di gas akan bisa dipenuhi," papar Sugeng di ruang rapat Komisi VII, Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Sugeng pun menjabarkan, hingga semester pertama tahun 2023, lifting migas baru mencapai angka kisaran 620.000 barel minyak per hari, atau sekitar 93,9 persen. Dari target APBN 2023 sebesar 660.000 barel minyak per hari. Hal yang sama untuk gas bumi, di mana realisasi salur gas bumi untuk triwulan pertama 2023, berada pada angka 5.399 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD atau 87,6 persen dari target sebesar 6.160 juta standar kaki kubik per hari.

Sugeng pun menjabarkan, hingga semester pertama tahun 2023, lifting migas baru mencapai angka kisaran 620.000 barel minyak per hari, atau sekitar 93,9 persen.

Politisi Fraksi Partai NasDem ini pun mengungkapkan, meskipun Pemerintah telah melakukan upaya simplifikasi perizinan dan kemudahan di bidang investasi hulu migas, namun realisasinya masih relatif rendah. Saat ini pencapaian realisasi investasi hulu migas pada triwulan pertama tahun 2023 hanya mencapai USD2,63 miliar atau 16,9 persen dari target sebesar USD15,54 miliar.

"Karena itu pada kesempatan ini Komisi VII DPR RI ingin memperoleh penjelasan yang detail dan komprehensif mengenai peluang peningkatan lifting migas dan investasi. Mengingat target lifting migas terus menurun dan di tahun 2024 hanya kita targetkan 635 ribu barrel per day saja," ungkap Sugeng.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#fosil

Index

Berita Lainnya

Index