Menghemat Ongkos, Harga Listrik dari Energi Terbarukan akan Semakin Murah

Menghemat Ongkos, Harga Listrik dari Energi Terbarukan akan Semakin Murah
Ketika berbicara tentang pembangkit listrik yang murah, dahulu dapat dipastikan listrik tersebut berasal dari energi yang kotor, seperti batu bara. Namun, saat ini, karena Indonesia terus berinovasi, harga listrik dari energi terbarukan mengalami penuruna

Listrik Indonesia | Direktur Utama PT PLN Persero, Darmawan Prasodjo, mengumumkan bahwa saat ini harga listrik yang berasal dari energi baru terbarukan semakin terjangkau. Hal tersebut ia sampaikan di acara COP 28 yang berlangsung di Dubai. 

Darmawan mengatakan, ketika berbicara tentang pembangkit listrik yang murah, dahulu dapat dipastikan listrik tersebut berasal dari energi yang kotor, seperti batu bara. Namun, saat ini, karena Indonesia terus berinovasi, harga listrik dari energi terbarukan mengalami penurunan.

“When we talking about cheap energy, today through innovations the price of renewable energy the price of storage cost is going down, year by year one by one week by week day by day,” ungkapnya.

Lima tahun yang lalu, harga listrik dari matahari dan angin berkisar antara 11 hingga 13 sen dolar, jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga listrik dari batu bara yang hanya sekitar 5 hingga 6 sen. Saat ini, harga listrik dari energi terbarukan semakin terjangkau, yakni sekitar 5 hingga 6 sen. Hal serupa juga terjadi pada energi hidro yang sekarang berkisar antara 8 hingga 10 sen, serta geothermal yang berkisar antara 9 hingga 12 sen.

“Five years ago, when we talking about storage cost, it was 35 per Kwh, today storage cost is not cheap 12 per Kwh 13 cents per Kwh, but remember that 12 cents is already reduction of 80% of cost compared with the cost of storage years ago,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu, menegaskan bahwa penambahan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam revisi Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) tidak akan berdampak pada harga jual listrik ke masyarakat. Hal tersebut ia ungkapkan setelah mengadakan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI pada Rabu (15/11/2023).

"Kita akan tetap menghitung tetap terjangkau pada intinya terjangkau dan terjangkau," katanya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Listrik

Index

Berita Lainnya

Index