Tidak Hanya untuk Transportasi, Hidrogen akan Digunakan untuk Lintas Sektor

Tidak Hanya untuk Transportasi, Hidrogen akan Digunakan untuk Lintas Sektor
Pemerintah tengah mengusulkan penggunaan hidrogen sebagai elemen kunci dalam transformasi berbagai sektor

Listrik Indonesia | Profesor Riset Bidang Teknologi Proses Elektrokimia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani mengungkapkan pemerintah tengah mengusulkan penggunaan hidrogen sebagai elemen kunci dalam transformasi berbagai sektor. Hal tersebut ia ungkapkan saat diwawancarai, Selasa (28/11/2023)

Rencana tersebut mencakup empat pilar utama pemanfaatan hidrogen yang mencakup transportasi darat, laut, dan udara, sektor pembangkit listrik, industri petrokimia, serta penggunaan stasioner di sektor perumahan, perhotelan, dan rumah sakit. 

“Di buku roadmap kita yang menjadi rujukan ESDM yang sekarang menyusun detail roadmap yang akan launching Januari 2024 besok, detail roadmap sedang dibahas jadi di dalam itu kita mengusulkan adanya empat pilar pengguna hidrogen” ungkapnya.

Pertama, pemanfaatan hidrogen dalam transportasi akan melibatkan berbagai moda transportasi, termasuk darat, laut, dan udara. Ini menandai langkah maju dalam mendiversifikasi bahan bakar transportasi.

Kedua, sektor pembangkit listrik, terutama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), juga menjadi fokus roadmap tersebut. Penggunaan hidrogen dalam PLTU dapat mencakup penggunaan campuran pembakaran dengan bahan bakar konvensional, seperti diesel atau batu bara. Konsep co-firing atau pembakaran 100% hidrogen menjadi pertimbangan dalam menjadikan sektor energi lebih berkelanjutan.

“Sektor power generation ataupun PLTU power generation itu pembangkit listrik yang mungkin saat ini, diesel lah yang saat ini batu bara yang power plant itu bisa digunakan dengan model co-firing atau pun 100% pembakaran,” katanya.

Sementara itu, pilar ketiga roadmap menyoroti pentingnya hidrogen dalam industri, termasuk sektor petrokimia. Produk seperti pupuk, deterjen, minyak goreng, dan bahkan sabun serta proses pemutihan memerlukan hidrogen sebagai komponen utama. Rencana ini mencerminkan upaya untuk mengurangi jejak karbon dalam industri dengan mengadopsi hidrogen sebagai sumber energi bersih.

“Jadi industri petrochemical termasuk pupuk tadi, detergen, minyak goreng itu semua butuh hydrogen, trus juga sabun trus bleaching itu juga perlu hidrogen,” ujarnya.

Terakhir, pilar keempat roadmap menitikberatkan pada penggunaan hidrogen dalam aplikasi stasioner. Ini mencakup pemanfaatan hidrogen sebagai sumber daya cadangan atau pembangkit listrik pada level perumahan, perhotelan, dan rumah sakit. Konsep ini memperkuat ketahanan daya dan memberikan solusi berkelanjutan di sektor-sektor tersebut.

“Pilar ke 4 adalah stationary ini digunakan, contohnya adalah penggunaan di perumahan, perhotelan, rumah sakit untuk back up power ataupun power generation, jadi untuk yang bisa diletakkan di stationery, jadi diletakkan secara statis,” pungkasnya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Hydrogen

Index

Berita Lainnya

Index