Pupuk Indonesia Bakal Bangun Pabrik Clean Ammonia

Pupuk Indonesia Bakal Bangun Pabrik Clean Ammonia
Ilustrasi

Listrik Indonesia | Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mendukung upaya global dalam mengurangi emisi karbon di Konferensi Tingkat Tinggi PBB (COP28). Pupuk Indonesia, pemain utama amonia di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara, berkomitmen untuk dekarbonisasi bisnis dengan fokus pada clean ammonia. 

Rahmad menyatakan bahwa Pupuk Indonesia telah berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 1,55 juta ton, melampaui target 1,21 juta ton pada tahun 2023. Langkah ini melibatkan optimisasi energi, penggunaan energi terbarukan, co-firing biomassa, solusi berbasis alam, dan revitalisasi pabrik pupuk. 

Dalam rencana pengembangan clean ammonia, Pupuk Indonesia akan fokus pada blue ammonia, green ammonia, dan green methanol. Ini sejalan dengan potensi Indonesia sebagai hub Carbon Capture Storage (CCS), dengan Pupuk Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi CCS di Aceh dan Lapangan Abadi Masela. 

Dukungan juga datang dari potensi renewable energy sebesar 3.700 GW, terutama dari tenaga surya. Energi bersih ini akan digunakan untuk produksi green hydrogen dan konversi menjadi green ammonia. Pupuk Indonesia, dengan keahlian dan sumber daya, telah merencanakan roadmap pengembangan clean ammonia hingga tahun 2050. 

Meskipun optimis, Rahmad menyadari sejumlah tantangan seperti regulasi, kelayakan ekonomi, teknologi, dan infrastruktur. Pupuk Indonesia siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengembangan renewable energy, teknologi, CCS, logistik, dan pembeli potensial, untuk mewujudkan masa depan bersih dan berkelanjutan.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Energi Terbarukan

Index

Berita Lainnya

Index