Tambang Bawah Tanah Menjadi Tren  Pertambangan Masa Depan

Tambang Bawah Tanah Menjadi Tren  Pertambangan Masa Depan

Listrik Indonesia | Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Irwandy Arif, mengungkapkan bahwa tambang bawah tanah menjadi tren utama pertambangan di masa depan Indonesia. Dengan cadangan yang semakin menyusut di permukaan, tambang bawah tanah menawarkan solusi dengan risiko kerusakan lingkungan yang lebih rendah. 

Meskipun biaya operasionalnya lebih tinggi, Irwandy menekankan bahwa teknologi canggih dan sumber daya manusia yang terampil dapat mengurangi dampak finansial. Biaya penambangan yang awalnya lebih besar dari tambang terbuka dapat dipangkas dengan adopsi teknologi disruptif. 

Irwandy juga merinci bahwa peluang tambang bawah tanah semakin meningkat di Indonesia. Faktor seperti pengetatan regulasi lingkungan, keterbatasan tambang terbuka pada kedalaman deposit, dan inovasi dalam peralatan tambang bawah tanah menjadi pendorong utama perkembangan ini. 

Dalam konteks potensi, tambang batubara bawah tanah di Indonesia menawarkan kilauan optimisme. Dari Barito hingga Sumatera, sejumlah block tambang menjanjikan potensi besar, seperti 530.711 MTon di Kutai dan Tarakan Basins serta 20.658.330 MTon batubara di South Sumatera Basins. 

Tidak hanya PT. Sumber Daya Energi (SDE), namun 15 perusahaan tambang batubara bawah tanah lainnya telah meramaikan industri ini. Dari Sumatera Barat hingga Kalimantan Timur, langkah-langkah produsen seperti CV Air Mata Emas, PT Merge Mining Industri, dan PT Kusuma Raya Utama menandai keberhasilan produksi tambang bawah tanah. 

Masa depan pertambangan Indonesia melalui tambang bawah tanah bukan hanya sekadar tren, tetapi juga strategi antisipatif terhadap perubahan kondisi geologis dan regulasi.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Kementerian ESDM

Index

Berita Lainnya

Index