Klausul TKDN Hambat Pembangunan 14 Proyek EBT, PLN Cari Jalan Keluar

Klausul TKDN Hambat Pembangunan 14 Proyek EBT, PLN Cari Jalan Keluar
PLN sedang berupaya mencari solusi terhadap polemik klausul aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang menghambat pendanaan dari lembaga keuangan internasional untuk 14 proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT).

Listrik Indonesia | Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Gregorius Adi Trianto mengungkapkan bahwa PLN sedang berupaya mencari solusi terhadap polemik klausul aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang menghambat pendanaan dari lembaga keuangan internasional untuk 14 proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Hal tersebut ia ungkapkan Senin, (22/01/2024).

“Kondisi hari ini, aturan TKDN memang menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengembangan energi baru terbarukan,” ungkapnya.

PLN saat ini sedang melakukan konsolidasi dengan para pemangku kepentingan untuk menemukan solusi atas tantangan tersebut, termasuk dengan membangun kapasitas industri dalam negeri melalui kolaborasi global.

“Kami melakukan konsolidasi dengan stakeholder untuk mencari solusi atas tantangan yang ada, salah satunya dengan membangun kapasitas industri dalam negeri melalui kolaborasi global,” katanya

Gregorius menyatakan bahwa PLN tetap berkomitmen untuk melanjutkan rencana pembangunan pembangkit bersih yang telah tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengungkapkan bahwa ada 14 proyek pembangkit EBT yang terkendala pendanaan akibat polemik klausul pemenuhan TKDN dalam negosiasi dengan lembaga keuangan internasional. 

Beberapa proyek telah mendapatkan kesepakatan pendanaan dari berbagai lembaga, termasuk Asian Development Bank (ADB), World Bank, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan lembaga pembiayaan lainnya dengan total komitmen investasi lebih dari US$1 miliar.

Keempat proyek itu meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cisokan (1.040 MW), Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Huluais (110 MW), PLTA Kumbih (45 MW) dan PLTA Sawangan (16,6 MW).

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#EBT

Index

Berita Lainnya

Index