Mengenal Hydrogen Center Senayan: Pusat Penelitian dan Pelatihan Teknologi Hidrogen di Indonesia

Mengenal Hydrogen Center Senayan: Pusat Penelitian dan Pelatihan Teknologi Hidrogen di Indonesia
Prof. Eniya Listiani Dewi menjelaskan peran penting Hydrogen Center dalam mendorong pemahaman dan pengembangan teknologi hidrogen di Indonesia.

Listrik Indonesia | Hydrogen Center Senayan merupakan inisiatif terbaru dalam pengembangan teknologi hidrogen di Indonesia yang berlokasi di Senayan, Jakarta. Hydrogen Center menjadi tempat bagi para ahli, peneliti, dan pelaku industri untuk menimba ilmu serta membandingkan berbagai teknologi terkait hidrogen.

Peneliti Ahli Utama BRIN dan President Hydrogen Fuel Organization, Prof. Eniya Listiani Dewi menjelaskan peran penting Hydrogen Center dalam mendorong pemahaman dan pengembangan teknologi hidrogen di Indonesia. Hal tersebut ia ungkapkan dalam agenda Peresmian Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan dan Green Hydrogen Plant PLTP Kamojang oleh PT PLN pada Rabu (21/02/2024).

“Di Hydrogen Center ini akan menjadi tempat untuk menimba ilmu tentu saja dan mungkin comparing berbagai teknologi,” ungkapnya.

Menurutnya, Hydrogen Center akan menyelenggarakan kurikulum pembelajaran tentang hidrogen selama satu tahun, mulai dari tingkat pemula hingga tingkat lanjutan yang bersertifikasi serta bekerjasama dengan lembaga Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

“Di dalam Hydrogen Center ini kita akan membuat kurikulum pembelajaran tentang hydrogen selama satu tahun dan ini sudah kita bagi-bagi dari level pengetahuan introduction, intermediate dan sampai advance level hingga kesetertifikasi, nah nanti pusertif juga bisa melakukan sertifikasi dan disini sudah berkolaborasi dengan BRIN,” jelasnya.

Salah satu aspek penting yang akan dibahas di pusat ini adalah teknologi penyimpanan hidrogen. Prof. Dewi menjelaskan bahwa Hydrogen Center telah berkolaborasi dengan BRIN untuk mengembangkan berbagai prototipe. termasuk sistem penyimpanan hidrogen dalam bentuk padatan, tekanan tinggi, dan cairan. Hal ini memungkinkan penggunaan hidrogen dalam berbagai aplikasi di berbagai sektor.

Selain itu, Hydrogen Center juga mengembangkan teknologi fuel cell. Di Hydrogen Center terdapat berbagai komponen fuel cell dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 85%. Hal ini menunjukkan potensi besar Indonesia dalam mengembangkan teknologi hidrogen secara mandiri dan mendorong industri otomotif lokal untuk mengadopsi teknologi hidrogen.

“Bagaimana sih di dalam fuel cell nya, fuel cell nya tuh seperti ini, ini sudah dibikin oleh teman2 kita di BRIN, dari dulu nih, dari dulu sudah membuat berbagai komponen dan kalau memang industri kita itu mau mengerjakan ini, ini TKDN nya sudah 85%, jadi bisa dilakukan di lokal, nah ini kekuatan kita, jadi teknologi dari fuel cell sendiri bisa kita pelajari dan kita kembangkan di sini,” katanya.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Hydrogen

Index

Berita Lainnya

Index