Listrik Indonesia | PT AKR Corporindo Tbk dan PT Pertamina (Persero) telah ditugaskan oleh pemerintah untuk mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun 2024. Kedua perusahaan tersebut telah menandatangani Kontrak Energi Bersubsidi untuk Tahun Anggaran 2024 dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis (15/3/2024).
Pada tahun 2024, Pertamina akan menyalurkan BBM Bersubsidi untuk Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) seperti Minyak Tanah dengan kuota sebesar 0,5 Juta Kilo Liter (KL), Minyak Solar dengan kuota sebesar 17,8 Juta KL, dan LPG Tabung 3 Kg sebanyak 8,03 Juta Ton Metrik (MT). Besaran kuota untuk JBT Minyak Solar dan Minyak Tanah didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas No. 89/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2023, sementara kuota LPG didasarkan pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 446.K/MG.05/DJM/2023.
Sementara itu, AKR, sesuai dengan SK Penugasan dari BPH Migas No. 90/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2023 mengenai Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian Kuota Volume Penyalur Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu oleh PT. AKR Corporindo Tbk. tahun 2024, memiliki kuota total minyak solar sebesar 167.515 kiloliter.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Isa Rachmatarwata, menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi energi total sebesar Rp189,1 triliun untuk tahun 2024 yang mencakup subsidi untuk Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT), LPG Tabung 3 Kg, dan listrik. Dari jumlah tersebut, Rp25,8 triliun dialokasikan untuk subsidi JBT dan Rp87,4 triliun untuk subsidi LPG Tabung 3 Kg.
"Angka ini bukanlah angka yang kecil, dan kami ingin memastikan bahwa subsidi ini benar-benar diterima oleh pihak yang tepat. Artinya, orang-orang yang berhak menerima subsidi tersebut adalah mereka yang sebenarnya membutuhkan barang bersubsidi," ujar Isa saat acara penandatanganan Kontrak Subsidi Energi 2024.
Menurutnya, subsidi energi merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan produktivitas pelaku usaha kecil yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Subsidi ini selalu menjadi hal yang penting bagi negara kita karena dengan subsidi, pemerintah dapat memberikan bantuan langsung kepada masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga, ketersediaan pasokan, dan masalah lainnya," tambah Isa dalam sambutannya pada acara tersebut.
Melalui Kontrak Subsidi Energi 2024 ini, pemerintah mengajak Pertamina dan AKR untuk meningkatkan tata kelola dan memastikan subsidi energi diterima oleh kelompok masyarakat yang tepat.
"Kami meminta kerjasama dan dukungan dari perusahaan-perusahaan untuk memastikan target subsidi ini tercapai. Bukan hanya dalam hal volume atau jumlah uangnya, tetapi dalam memastikan bahwa penerima subsidi adalah mereka yang benar-benar membutuhkannya," ujar Isa.
Presiden Direktur AKR, Haryanto Adikoesoemo, menambahkan bahwa AKR siap menerima penugasan dari pemerintah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang terus memberikan kepercayaan kepada AKR sebagai salah satu mitra dalam mendistribusikan BBM bersubsidi sejak tahun 2010. Dengan infrastruktur logistik dan sistem pemantauan IT yang kuat, serta pengalaman yang kami miliki, kami siap untuk mendistribusikan minyak solar bersubsidi kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan penugasan," ungkap Haryanto Adikoesomo.
Ia menambahkan bahwa PT. AKR Corporindo Tbk. telah berpengalaman dan terpercaya dalam bidang layanan logistik rantai pasok untuk pengadaan energi dan bahan kimia dasar di Indonesia. Perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 1960 dan telah membangun infrastruktur logistik rantai pasok end-to-end yang mencakup tangki penyimpanan, truk, dan kapal, yang mencapai 17 pelabuhan laut dan sungai di Indonesia.
