Listrik Indonesia | PT PLN (Persero) mengumumkan peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Menurut Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero) Suroso Isnandar, perseroan optimistis bahwa setelah tahun 2034, PLTN dapat beroperasi di tanah air.
Dalam acara Green Economic Forum 2024, pada (29/5). Suroso menjelaskan bahwa PLN membuka ruang baru untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk PLTN, dalam sistem ketenagalistrikan nasional.
"Dari simulasi kebutuhan energi ke depan, ada ruang setelah 2034 untuk nuklir energi, masih simulasi dan akan menuju ke sana, ini kebijakan pemerintah dan kita akan menuju ke sana," ujar Suroso.
Rencana pembangunan PLTN ini kemungkinan akan tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2024-2033. Proses penyusunan RUPTL yang baru ini masih berlangsung dan diperkirakan akan mencerminkan kebijakan pemerintah terkait pengembangan energi nuklir.
"Tergantung 24,3 GW berdasarkan kebijakan pemerintah akan tercermin dalam RUPTL 2024-20333, akan jadi batu loncatan," tambah Suroso.
Dengan langkah ini, PLN menunjukkan komitmennya untuk terus mengeksplorasi dan mengembangkan sumber energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengembangan PLTN diharapkan dapat menjadi bagian penting dari upaya diversifikasi energi dan pengurangan emisi karbon di Indonesia.
