Siap-Siap BBM Baru Rendah Sulfur Segera Hadir di SPBU Jakarta

Siap-Siap BBM Baru Rendah Sulfur Segera Hadir di SPBU Jakarta
BBM Jenis baru dikabarkan akan meluncur di SPBU Jakarta. (Dok: @jambi.honda)

Listrik Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia akan segera memiliki jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) baru dengan kandungan sulfur rendah. Hal tersebut ia ungkapkan usai acara Temu Bisnis Aksi Afirmasi P3DN Tahap VIII Tahun 2024 dengan tema "Membangun Ekosistem Ekonomi Digital untuk Produk Lokal" di ICE BSD, dikutip pada Selasa (17/09/2024).

"Sekarang sedang berproses mungkin sementara waktu saja, karena low sulfur ini kewajiban pemerintah untuk mengurangi (penggunaan BBM)," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dengan beralih ke BBM low sulfur, indeks polusi di Indonesia dapat berkurang hingga 50-60%. 

"Jadi dari sekarang rata-rata 160 mungkin bisa di bawah 100," katanya.

Selain berdampak positif pada lingkungan, penggunaan BBM jenis baru ini juga diperkirakan akan mengurangi beban subsidi BPJS Kesehatan yang diperkirakan bisa mencapai Rp 20 hingga Rp 30 triliun. 

BBM rendah sulfur jenis Solar ini rencananya akan mulai dipasarkan di SPBU wilayah Jakarta pada Oktober 2024 mendatang.

Produksi BBM dengan kandungan sulfur rendah ini sudah dimulai oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di kilang Balongan. 

Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman mengungkapkan bahwa kilang tersebut mampu memproduksi 25 ribu barel BBM per hari, sesuai dengan standar Euro 5 yang mengandung hanya 10 ppm sulfur.

"Kemudian kapasitas kilang juga yang sudah kita selesaikan adalah dari Balongan tentunya, kita sudah menambah 2022 itu tambahan kapasitas 25 ribu barrel per hari. Itu pun menambah artinya level ketahanan energi kita terhadap penyediaan BBM," pungkasnya.

Kilang Balongan juga telah meningkatkan kapasitas pengolahan minyak mentah dari 125 ribu barel per hari menjadi 150 ribu barel per hari. 

Selain itu, peningkatan serupa juga sedang dilakukan di proyek RDMP Balikpapan yang akan menambah kapasitas dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari.

Berdasarkan proyeksi kebutuhan energi di tahun 2030, konsumsi BBM Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta barel per hari.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#BBM

Index

Berita Lainnya

Index