Current Date: Selasa, 16 Desember 2025

Jadi Kebanggaan Jokowi, Smelter PTFI Gresik Mampu Sumbang APBN Rp80 T

Jadi Kebanggaan Jokowi, Smelter PTFI Gresik Mampu Sumbang APBN Rp80 T
Peresmian Smelter PTFI di Gresik oleh Presiden Jokowi, (Dok: PT Freeport)

Presiden Joko Widodo meresmikan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur pada Senin (23/09/2024). Smelter tersebut digadang-gadang akan mendongkrak penerimaan negara hingga Rp80 triliun per tahun.

Didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Presiden Jokowi menyatakan bahwa pembangunan smelter ini merupakan langkah penting dalam memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. 

Meskipun proses negosiasi dan perencanaan memakan waktu panjang, Jokowi mengungkapkan kegembiraannya karena smelter ini akhirnya berhasil diresmikan setelah lebih dari 30 bulan pengerjaan.

"Setelah 30 bulan alhamdulillah hari ini bisa kita resmikan," ungkapnya.

Tidak hanya menjadi tonggak keberhasilan hilirisasi, smelter ini juga diproyeksikan membawa manfaat besar bagi penerimaan negara. Presiden menyebut bahwa fasilitas ini akan menyumbang sekitar Rp80 triliun per tahun melalui berbagai sumber seperti deviden, royalti, pajak, dan bea ekspor.

"Hitung-hitungan saya, penerimaan negara masuk kira-kira Rp80 triliun dari PTFI, baik berupa deviden, royalti, PPh badan, PPh karyawan, pajak untuk daerah, bea keluar, pajak ekspor, semuanya kira-kira angkanya seperti itu. Ini angka yang sangat besar sekali," jelasnya.

Dengan kemampuan memurnikan 1,7 juta ton konsentrat tembaga setiap tahunnya, smelter baru ini memastikan bahwa seluruh produk tambang Freeport diolah dan dimurnikan di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan mendorong pengembangan industri hilir.

Menteri BUMN, Erick Thohir yang turut hadir, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan smelter ini merupakan bukti komitmen Presiden Jokowi dalam mengawal proyek-proyek strategis nasional. 

"Hari ini kita bisa berdiri tegak di sini, ini terjadi karena komitmen Bapak Presiden. Bagaimana bapak punya visi, dorong, kawal, awasi, dan Bapak juga pastikan itu terjadi,” katanya.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengapresiasi dukungan dari pemerintah pusat dan daerah yang memungkinkan proyek ini rampung sesuai jadwal. Menurutnya, smelter ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

"Pada saat operasi penuh, (smelter) ini akan mempekerjakan kira-kira 2.000 orang, 1.200 karyawan kontraktor dan 800 karyawan langsung dari Freeport Indonesia, dan selama masa konstruksi itu telah mempekerjakan tenaga konstruksi yang kumulatifnya jumlahnya mencapai 40.000 tenaga kerja," tuturnya.

Dengan investasi sebesar Rp56 triliun, smelter ini diklaim sebagai fasilitas pemurnian tembaga dengan jalur tunggal terbesar di dunia. Selain menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak murni, fasilitas ini juga memproduksi produk sampingan seperti asam sulfat, gipsum, dan timbal.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Industri

Index

Berita Lainnya

Index