Listrik Indonesia | Laporan terbaru World Economic Forum (WEF) tahun 2024 menyoroti posisi Indonesia dalam transformasi energi, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Meski masuk dalam jajaran negara dengan indeks transisi energi tertinggi di ASEAN, Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dan Malaysia dalam hal kesiapan menuju sistem energi berkelanjutan.
Mekanisme Penilaian WEF
WEF menggunakan Energy Transition Index (ETI) untuk mengevaluasi kemampuan negara-negara dalam melakukan transisi energi. Indeks ini mencakup 46 indikator yang terbagi ke dalam dua dimensi utama:
- Performa Sistem, yang mencerminkan efisiensi, keberlanjutan, dan keamanan penggunaan energi.
- Kesiapan Transisi, yang menilai aspek peraturan, investasi, infrastruktur, inovasi, edukasi, serta sumber daya manusia.
Kedua dimensi ini digabungkan untuk menghasilkan skor akhir, dengan bobot tertentu. Semakin tinggi skornya, semakin baik kesiapan dan performa transisi energi suatu negara.
Baca juga Jumlah SPKLU Melonjak, Pengguna Masih Terbatas
Berikut adalah perbandingan data transisi energi antara Indonesia dan Malaysia berdasarkan Energy Transition Index (ETI) yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) pada tahun 2024:

Laporan WEF menunjukkan bahwa Indonesia perlu meningkatkan kesiapan transisinya jika ingin bersaing dengan negara-negara tetangga. Perlu ada fokus lebih besar pada pengembangan infrastruktur, investasi, dan inovasi untuk mendorong penggunaan energi terbarukan.
