PSN Kilang Tuban Mandek, Sekjen Kementerian ESDM Buka Suara

PSN Kilang Tuban Mandek, Sekjen Kementerian ESDM Buka Suara
Sekretaris Jenderal KESDM, Dadan Kusdiana

Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kelanjutan PSN Kilang Tuban menjadi salah satu urgensi yang terus difokuskan. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana melaporkan bahwa hingga saat ini PSN masih mandek di tahap persiapan dokumen keputusan investasi akhir atau final investmen decision (FID).

Untuk diketahui, PSN Kilang Tuban dibangun oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) bersama perusahaan minyak dan gas internasional asal Rusia, Rosneft. Dengan nilai investasi mencapai  Rp238,25 triliun.

“Ya, masih untuk proses FID-nya,” kata Dadan saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jum’at (03/01/2024).

Dadan menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Pertamina terkait hal ini. ”Saya sudah tanya ke sana. Mereka masih menyelesaikan seperti yang posisi terakhir (FID). Tapi Pak Menteri kan menyampaikan, final Maret 2025 dan menurut saya wajar menyampaikan. Kalau tidak jadi, kalau tidak jalan-jalan, masa Pemerintah diam. Kan penting, proyek ini penting untuk nasional,” lanjut Dadan.

Sementara itu, saat kunjungan ke SPBUN Manggar Baru, Balikpapan, Sabtu (14/12/2024), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa memang nasib akhir dari kerjasama KPI dan Rosneft Rusia bakal ditentukan Maret 2025.

"Masih dalam pembahasan, tadi saya bicara dengan Pertamina akan mereka selesaikan di Bulan Maret ini, Pertamina dengan Rosneft," ujar Bahlil

Berdasarkan data Pertamina, proyek kilang minyak ini ditargetkan bisa memproduksi BBM dengan standar Euro V dan menghasilkan 12,8 juta kilo liter (kl) per tahun, meliputi avtur 1,49 juta kl, diesel 5,2 juta kl, RON 92 5,95 juta, dan RON 95 0,16 juta kl.

Selain BBM, kilang Tuban ini juga ditargetkan bisa memproduksi 4,70 juta ton petrokimia per tahun, terdiri dari 1,3 juta ton paraxylene, 510 ribu ton styrene, 650 ribu ton LLDPE/HDPE, 1,16 juta ton polypropylene, 407 ribu ton sulfur, 500 ribu ton MEG, dan 173 ribu ton MTBE secara tahunan. (KDR)

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Kementerian ESDM

Index

Berita Lainnya

Index