Proyek Kilang Tuban Tersendat, Kerja Sama dengan Rusia Dievaluasi

Proyek Kilang Tuban Tersendat, Kerja Sama dengan Rusia Dievaluasi
Ilustrasi

Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta agar keputusan final investasi atau Financial Investment Decision (FID) untuk proyek New Grass Root Refinery (NGRR) Kilang Tuban dapat diselesaikan pada Maret 2025. Proyek ini, yang merupakan kerja sama antara Pertamina dan perusahaan Rusia, Rosneft, dinilai penting untuk mendukung ketahanan energi nasional. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Dadan Kusdiana, mengungkapkan bahwa percepatan ini merupakan langkah strategis pemerintah. "Kalau tidak jalan-jalan, masa pemerintah diam? Proyek ini penting untuk nasional," ujarnya di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (3/1/2024). 

Evaluasi Kerja Sama dengan Rosneft 

Dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Bahlil juga membuka peluang untuk menggandeng investor baru jika Rosneft dinilai tidak memenuhi kewajibannya. "Tidak menutup kemungkinan kita akan membuka investor baru. Barang negara tidak boleh dibuat lambat," tegasnya. 

Bahlil menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu meninjau kembali kerja sama dengan mitra Rusia tersebut demi memastikan kelanjutan proyek strategis ini. 

Proyek Kilang Tuban adalah bagian dari rencana pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar. Dengan kapasitas pengolahan yang besar, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kilang domestik, sekaligus mengamankan pasokan energi untuk kebutuhan nasional. 

Namun, hingga kini, perkembangan proyek masih terkendala pada penyelesaian FID. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus berupaya mempercepat proses ini agar target waktu dapat tercapai. 

Melibatkan mitra internasional seperti Rosneft memberikan keuntungan dalam transfer teknologi dan investasi. Namun, kerja sama ini juga menghadirkan tantangan besar, terutama terkait perbedaan regulasi dan dinamika geopolitik. 

Jika Rosneft tidak mampu memenuhi komitmen sesuai regulasi, pemerintah siap mencari alternatif mitra yang lebih strategis. Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjadikan Kilang Tuban sebagai tonggak penting dalam transformasi sektor energi.

Ikuti ListrikIndonesia di GoogleNews

#Kementerian ESDM

Index

Berita Lainnya

Index